CJR The Movie: Lawan Rasa Takutmu - Kisah Semi Dokumenter CJR di Australia

by dr. kawe


Sebagai sebuah grup vokal, Coboy Jr. adalah sebuah fenomena. Siapapun, mulai dari muda hingga tua, pasti mengenal lagu-lagu mereka yang bertemakan cinta. Sempat dipandang sebelah mata, namun empat anak muda ini terus melaju dan berhasil mengumpulkan banyak penggemar. Kesuksesan ini mendorong Falcon Pictures dan Anggy Umbara membuat film dengan judul Coboy Jr. The Movie. Memang tidak perlu judul muluk-muluk karena kisahnya toh tidak akan memiliki naskah serumit Interstellar.

Namun, seperti halnya sebuah grup vokal yang kerap mendapat cobaan, begitu juga dengan Coboy Jr. Salah satu anggota mereka, Bastian, memutuskan untuk mengundurkan diri dan memilih bersolo karir. Tinggallah Iqbal, Kiki, dan Aldi yang tetap bernaung di bawah nama Coboy Jr. yang di kemudian hari berganti menjadi CJR. Untuk menandai kemunculan mereka kembali dengan penampilan yang sudah lebih dewasa dan mengungkap sekelumit masa-masa suram saat CJR ditinggal Bastian, Falcon Pictures yang kali ini bekerja sama dengan Patrick Effendy kembali menampilkan film layar lebar CJR The Movie: Lawan Rasa Takutmu.

Pasca ditinggal Bastian, pihak manajemen memutuskan untuk mengirim Iqbal, Aldi, dan Kiki ke Australia untuk berlatih vokal dengan D-Doc (Rio Dewanto). Hanya ditemani oleh manajer Kak Pat (Abimana) dan asistennya yang lucu nan kocak, Jimmy (Arie Keriting), CJR harus belajar menyanyi dari awal, berlatih fisik, hingga mengatasi rasa takut yang ada. Sementara itu, pihak manajemen sendiri sedang menyiapkan konser spektakuler untuk memperkenalkan CJR format baru ke masyarakat. Akankah Iqbal, Aldi, dan Kiki berhasil menampilkan CJR yang kompak, solid, dan dicintai oleh para penggemarnya?

Sebagai sebuah tontonan, khususnya bagi para penggemar CJR, dipastikan akan terpuaskan. Selain menampilkan kegiatan CJR di negara kanguru tersebut, adapula kisah-kisah sampingan lain yang cukup menggelitik, seperti Aldi yang sibuk teleponan mesra dengan Salsa selama di Australia sambil melontarkan rayuan-rayuan khas ABG, Kiki yang berusaha untuk tegar walau sesekali teringat mendiang ayahnya, hingga Iqbal yang naksir dengan teman sekelasnya dan rasa bersalahnya karena Bastian keluar. Patrick Effendy juga menyajikan alam Australia yang indah, mulai dari keramaian kota besar hingga padang rumput dengan domba-domba berkeliaran.

Namun, kelemahan justru sangat terasa dari naskah yang terasa bingung untuk memutuskan kisah mana yang akan menjadi fokus film ini. Salah satu contoh, CJR dikisahkan berlatih nyanyi di Australia. Namun, adegan mereka berlatih nyanyi bisa dikatakan minim dan malah tergantikan oleh adegan ketika mereka sedang berwisata, seperti mengunjungi peternakan, berfoto di depan gedung opera, hingga sky diving. Sehingga, berbeda dengan ketika film ini dipegang Anggy Umbara yang memang sifatnya bercerita, di tangan Patrick Effendy kita seakan sedang menyaksikan dokumenter perjalanan CJR ke Australia. Tidak hanya itu, konflik Iqbal yang menyalahkan dirinya sendiri akibat kepergian Bastian pun kurang tergali dari awal sehingga terasa bagaikan tempelan di akhir cerita. 

Film ini mungkin hanya bisa dinikmati oleh para penggemar CJR. Namun, untuk Jelata yang ingin tahu bagaimana tampang anak-anak di bawah umur yang kini beranjak dewasa ini dengan iringan lagu-lagu yang ear-catchy, tidak ada salahnya menyaksikan CJR The Movie: Lawan Rasa Takutmu yang tayang mulai 18 Februari 2015.

Artikel Terkait