Diskusi Kartini Bersama Legacy Pictures dan Bapak Anies Baswedan

by dr. kawe


 
Setelah beberapa saat yang lalu mengumumkan akan membuat biopik tokoh wanita Indonesia, Kartini, Legacy Pictures dan Dapur Film pun mengadakan diskusi bertema "Kartini dan Bangsa yang Mandiri" sekaligus memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Acara ini sendiri diadakan pada tanggal 1 Juni 2015 yang lalu dengan berlokasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan. Hadir sebagai pembicara adalah Bapak Anies Baswedan (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Ibu Meutya Hafid (Anggota DPR Komisi VI), Robert Ronny (produser Kartini), dan Hanung Bramantyo (sutradara Kartini). 
 
Meski tiap tahun kelahirannya diperingati (bahkan dijadikan tanggal merah di kalender), namun bisa jadi kaum muda sekarang tidak banyak yang tahu mengenai siapa itu Kartini. Hari kelahiran beliau akhir-akhir ini diidentikkan dengan anak-anak menggunakan baju daerah dan saling berkompetisi untuk memenangkan kontes atau unjuk kebolehan mereka. Namun, apa yang diperjuangkan Kartini sebenarnya bukanlah berbusana daerah semenarik mungkin. Puteri Bupati Jepara ini berusaha memperjuangkan hak-hak perempuan dalam pendidikan. Setiap perempuan yang berdiam di Tanah Air Indonesia memiliki kesempatan yang sama besarnya dengan lawan jenis mereka dalam memperoleh pendidikan, mulai dari yang dasar seperti baca-tulis hingga tinggi. Kartini pun seakan menjadi simbol bahwa perubahan bisa digerakkan oleh seorang perempuan. 
 
 
Bapak Anies Baswedan sendiri menyambut baik pembuatan film Kartini. "Say asangat mendukung dibuatnya film tentang Kartini. Itu penting karena meski beliau telah lama tiada, tapi pikiran dan gagasannya melampaui berbagai era hingga sekarang. Perjalanan hidup Kartini bisa menjadi pelajaran menarik bagi generasi kini." Nada yang sama juga dilontarkan Ibu Meutya Hafid yang memaparkan jasa Kartini dalam bidang emansipasi, "Pemikiran Kartini tentang kesetaraan gender, khususnya bidang pendidikan sangat relevan hingga masa kini. Karena di kehidupan sosial masa kini masih banyak yang melihat kemampuan seseorang dari gendernya. Perempuan atau laki-laki memiliki hak yang sama."
 
Sebagai sutradara, Hanung pun tidak mau ketinggalan mengungkapkan pendapatnya. "Kartini adalah pahlawan pendidikan dan selalu menarik untuk dibahas karena yang dilawan Kartini bukanlah musuh nyata, seperti Cut Nyak Dien, tapi kesetaraan gender dan perlawanan terhadap kebodohan," pungkasnya. 
 
 
 
 

Artikel Terkait