
Bisa dikatakan bahwa MD Pictures merupakan salah satu rumah produksi yang cukup produktif dalam merilis film dari berbagai genre, seperti biopik hingga drama. Setelah sukses dengan Surga yang tak Dirindukan yang berhasil menduduki puncak box office Indonesia hingga menginjak bulan ke-10 di tahun 2015 ini, MD Pictures kembali merilis sebuah film drama berjudul Ayah Menyayangi Tanpa Akhir. Didaulat sebagai aktor utama adalah Fedi Nuril yang meski tidak banyak tampil di layar lebar, namun film-filmnya selalu berhasil meraup penonton yang cukup banyak. Performa Fedi didukung pula oleh deretan aktor dan aktris lain, seperti Naufal Azhar, Kelly Tandiono, Amanda Rawles, Niken Anjani, Ade Firman Hakim, dan Niniek L. Karim. Untuk kursi sutradara sendiri dipercayakan Manoj Punjabi selaku produser dan CEO MD Corp kepada Hanny R. Saputra (Di Bawah Lindungan Ka'bah) untuk mengadaptasi kisah karya Kirana Kejora ini.
Ini adalah kali pertama MD Pictures memberi kesempatan kepada pihak luar untuk menjabat sebagai sutradara sekaligus produser dalam film produksinya. "Saya percaya sukses itu bisa diraih bila kita mau belajar, kerja keras, punya bakat dan kesempatan. Saya akan memberi kesempatan bagi sineas-sineas berbakat untuk mencurahkan ide dan menghasilkan karya terbaiknya bagi kemajuan perfilman di Indonesia. Semoga saja AMTA bisa diterima dengan baik dan dinikmati oleh banyak orang, syukur-syukur bisa ada hikmah yang dipetik dari menonton film ini". Demikian Manoj bertutur.

Ayah Menyayangi Tanpa Akhir sendiri terinspirasi dari sebuah kisah nyata. Juna (Fedi Nuril) jatuh cinta dengan seorang gadis Jepang bernama Keisha (Kelly Tandiono). Sayangnya, hubungan keduanya tidak disetujui oleh pihak keluarga Juna yang merupakan keturunan ningrat Jawa. Namun, bagi Juna, tak ada satupun yang mampu menghentikan cintanya terhadap Keisha, sekalipun keluarga. Setelah menikah, keduanya dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Mada (Naufal), sekaligus tertimpa musibah yang datang secara bersamaan. Saat malam kelahiran Mada, Juna harus merelakan kepergian Keisha untuk selamanya. Karena kejadian ini, Junalah yang harus merawat dan membesarkan anaknya seorang diri. Seluruh cinta dan kasih sayang ia curahkan untuk anak semata wayangnya ini. Setelah Mada beranjak remaja, lagi-lagi Juna dihadapkan pada kenyataan pahit dan menyakitkan, Mada divonis mengidap penyakit yang mematikan. Apakah untuk kedua kali dalam hidupnya Juna harus kehilangan orang yang ia cintai?
Jangan lewatkan AYAH MENYAYANGI TANPA AKHIR, mulai 29 Oktober 2015 di seluruh bioskop di Indonesia.
