
Mendengar nama Ben, Jody, dan kopi apa sih yang terbersit di pikiran Jelata? Kalau jawaban kalian adalah judul sebuah film yang dirilis pada tahun 2015 lalu, ya jawaban kalian tepat sekali. Di tahun 2016 ini, Visinema Pictures rupanya sadar bahwa masih banyak yang bisa digali dari karakter Ben dan Jody serta kecintaan mereka terhadap dunia kopi tersebut. Untuk itu, masih dengan tim yang sama, namun ditambah Dewi Lestari alias Dee yang akan terlibat penuh, Visinema Pictures berencana merilis sekuel dari Filosofi Kopi dengan judul Filosofi Kopi: Ben & Jody. Dee yang beberapa filmnya sudah diadaptasi ke layar lebar menyambut baik rencana pembuatan sekuel ini. “Saya suka film pertama. Dan menurut saya, Ben dan Jody berpotensi menjadi tokoh ikonik dengan karakter yang bisa dikembangkan. Film kedua ini juga sekaligus menjadi temu-kangen para fans dengan Ben dan Jody.”
Lalu, seperti apa kisahnya? Di sinilah bentuk apresiasi Visinema Pictures terhadap para penonton dengan cara mengajak mereka terlibat langsung dalam menyusun kisah Ben & Jody. Menggunakan format user generated movie, kali ini Jelata tidak hanya sekadar memilih gaya berpakaian Chicco Jerikho dan Rio Dewanto yang menjadi pemeran utama, namun juga ikut menentukan seperti apa alur cerita di sekuelnya ini. Caranya, kalian tinggal masuk ke www.filosofikopi.id, mendaftar, dan mensubmit cerita. Dari cerita yang ada akan dikumpulkan kemudian disusun ulang oleh Dee, Angga Dwimas Sasongko selaku sutradara, dan Jenny Jusuf selaku penulis naskah. Dua orang yang ceritanya terpilih akan mendapat hadiah berupa uang tunai Rp10.000.000, beasiswa workshop penulisan naskah di PlotPoint, dan ikut big reading bersama seluruh pemain. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan memberikan cerita yang baru dan segar untuk Ben dan Jody.
Rio Dewanto yang juga menjadi produser di film kedua melihat bahwa user generated movie bisa menjadi wadah bagi para penonton yang suka menulis tanpa harus dibatasi keinginan produser dan sutradara. Terjunnya ia sebagai produser juga bisa dibilang merupakan hal baru. “Gue ingin menunjukkan bahwa gue serius di dunia film. Kalau sutradara, gue masih harus banyak belajar mengenai shot, tapi untuk produser, gue tahu bagaimana promosi dan lain-lain. Gue juga ingin kasih lihat bahwa film itu tidak hanya tayang di bioskop terus selesai, masih banyak yang bisa dikembangkan. Contohnya Kedai Filosofi Kopi ini yang bisa menjadi wadah anak muda berkreativitas dan menuangkan ide kreatif mereka.”
Yuk Jelata, tentukan kisah Ben dan Jodi di Filosofi Kopi 2 nanti dengan mengirim ide cerita kamu ke filosofikopi.id.
