Butuh
lima tahun bagi Mouly Surya untuk menelurkan kembali karya layar lebarnya
setelah Fiksi dan What They Don’t Talk About When They Talk
About Love. Di tahun 2017, ia pun mendapat kesempatan menghadirkan Marlina: Si Pembunuh dalam Empat Babak di
ajang Cannes Film Festival 2017 dalam sesi Director’s Forthnight.
Pada
Jumat (12/5), bertempat di lounge XXI Plaza Indonesia, tim Marlina pun mengadakan jumpa pers untuk melepas kepergian mereka ke
salah satu festival film bergengsi di dunia itu sekaligus meluncurkan trailer untuk pertama kalinya. Untuk
perilisannya di Indonesia sendiri, Marlina
direncanakan tayang pada Oktober 2017.
Dari trailer yang ada, Mouly sendiri mengakui
bahwa meski mengambil tanah Sumba sebagai latar belakangnya, namun dia
terinspirasi Western. Tidak heran bila nuansa yang terasa di film
ini adalah film-film yang menggambarkan dunia koboi, seperti Django Unchained, The Hateful Eight, ataupun
The Magnificent Seven.
Ide cerita
ini sendiri berasal dari Garin Nugroho yang diungkapkan kepada Mouly saat
keduanya sama-sama duduk di bangku juri Festival Film Indonesia 2014. “Judul
awal yang diberikan Mas Garin sendiri adalah “Perempuan”. Tapi, karena dia sudah
beberapa kali mengangkat kisah mengenai kebudayaan Sumba, maka dia serahkan
cerita ini untuk saya kembangkan sesuai keinginan.”
Mengingat
berbagai perusahaan yang membantu terwujudnya film ini, Fauzan Zidni selaku
produser mengiyakan bahwa Marlina bisa
jadi akan diputar juga di luar Indonesia. “Saat ini sedang dalam tahap
pembicaraan untuk diputar di beberapa negara, seperti Malaysia, Thailand, dan
mungkin Eropa.”
Marlina: Si Pembunuh dalam
Empat Babak ini
sendiri berkisah mengenai seorang janda diserang dan ternaknya dirampok. Untuk
mempertahankan diri, Marlina membunuh para perampok dan membawa kepala salah
satunya dalam perjalanan panjang untuk mencari keadilan.