
Mr. Harvey Weinstein, penguasa Hollywood. Setelah ia berseteru dengan sutradara film Snowpiercer Bang Joon-ho atas film tersebut, kini ia berseteru dengan sutradara lain dimana film sang sutradara telah dibeli hak edarnya oleh The Weinstein Company. Adalah Olivier Dahan sutradara Grace of Monaco yang kini memiliki perbedaan pendapat dengan Weinstein. Masalah yang muncul pun sama persis dengan apa yang menimpa Bang Joon-ho: Weinstein menginginkan film diedit agar sesuai dengan selera Hollywood. Masalah ini sebetulnya sudah muncul sejak bulan oktober 2013 lalu dan mengakibatkan Grace of Monaco gagal dirilis pada penghujung tahun 2013. Saat itu Dahan sudah berujar bahwa Weinstein ingin mensanitasi filmnya agar lebih sesuai dengan Hollywood, dan keinginan Weinstein untuk merubah filmnya berada dalam tingkatan bencana. Dahan pun menambahkan, bahwa teaser trailer film ini yang pernah dirilis tahun lalu, dibuat tanpa sepengetahuan dan izin dari Dahan. Dan kini tampaknya masalah makin meruncing, karena Grace of Monaco secara resmi ditarik dari kalender dan belum diketahui kapan akan diedarkan.
The Hollywood Reporter menyampaikan, pasca perseteruan Oktober lalu itu, Olivier Dahan yang diminta untuk mengedit ulang filmnya, ternyata sampai sekarang belum menyerahkan filmnya kepada The Weinstein Company. Dengan sikap yang diambil Dahan ini, The Weinstein Company tampaknya takut dan tak ingin berjudi memasarkan film yang 'belum siap' dengan waktu tersisa hanya 2 bulan. Namun tidak adanya tanggal rilis yang pasti untuk film yang dibintangi Nicole Kidman ini menandakan bahwa perseteruan yang lebih sengit sedang terjadi. Bisa jadi kasus yang menimpa Snowpiercer akan terulang melalui Grace of Monaco, dimana film akhirnya dirilis di luar Amerika Utara dengan hasil editan awal, namun tidak memiliki tanggal rilis di Amerika Utara walau sudah dibeli hak edarnya. Orang dalam di The Weinstein Company sendiri menyatakan bahwa, Weinstein tidak memiliki hak kreatif apapun terhadap film-film yang didistribusikan. Ia hanya memberikan catatan-catatan kepada sang sutradara atas film tersebut tanpa paksaan untuk merubahnya. Yeah, right...
Entah, bagaimana kisruh ini akan berakhir. Namun jika Harvey Weinstein memiliki sikap seperti ini terhadap semua film asing yang ia beli, tampaknya ia harus bersiap untuk ditinggalkan oleh banyak filmmaker.