
Success isn't what makes you happy. It really isn't. Success is doing what makes you happy and doing good work and hopefully having a fruitful life. If I've felt like I've done good work, that makes me happy. The success part of it is all gravy. (Philip Seymour Hoffman, 1967-2014)
Philip seymour Hoffman, seorang aktor watak kelas wahid, ditemukan meninggal di apartemennya di kota New York. Ia berusia 46 tahun. Dan, dunia seni peran kembali kehilangan salah satu bakat terbaiknya. Hoffman merupakan aktor yang memiliki bakat yang luar biasa, dimana ia mengambil rentang peran yang sangat luas dan tidak terjebak pada satu tipe peran saja. Bakatnya ini telah membawanya memenangkan sebuah piala Oscar dan juga 3 nominasi Oscar lainnya, serta 3 nominasi Tony Awards atas kemampuannya berperan di atas panggung teater.
Philip Seymour Hoffman lahir pada 23 Juli 1967 di Fairport, New York. Ia merupakan alumnus dari Tisch School of Arts, New York University. Ia memulai karir aktingnya melalui sebuah peran di serial Law & Order di tahun 1991. Namun Hoffman tak butuh waktu lama untuk langsung menembus dunia layar lebar. Pada tahun 1991-1992, ia langsung berakting di 4 film, yaitu Triple Bogey on a Five Par Hole, My New Gun, Leap of Faith, dan yang paling membuatnya disorot, sebuah peran dalam film Scent of A Woman; yang dia akui benar-benar peran terobosan baginya yang membuatnya terus mendapat pekerjaan di dunia akting. Selama karir beraktingnya, ia telah memerankan berbagi peran yang sangat penuh warna dalam film dengan genre-genre yang berbeda. Namun tentu, aktingnya paling menarik perhatian saat ia memerankan film dengan genre drama dimana ia berkesempatan menunjukkan kemampuannya dalam menunjukkan rentang emosi yang demikian luas. Ia pernah berkolaborasi dengan banyak sutradara ternama, seperti Todd Solondz, Coen Brothers, Spike Lee, Cameron Crowe, David Mamet, Robert Benton, Anthony Minghella, George Clooney, dan Paul Thomas Anderson. Khusus Paul Thomas Anderson, tampaknya ia memiliki keterikatan yang kuat. Dari 6 feature film yang diarahkan PTA, Hoffman membintangi 5 diantaranya. Film-film tersebut adalah Hard Eight, Boogie Nights, Magnolia, Punch-Drunk Love, dan yang paling akhir adalah The Master.
Hoffman pernah 4 kali dinominasikan di ajang Academy Awards, dimana ia memenangkan satu diantaranya untuk akting briliannya sebagai Truman Capote di film Capote. Tiga film lain dimana dia mendapatkan nominasi adalah Charlie Wilson's War, Doubt, dan The Master; dimana kesemuanya adalah nominasi di kategori Best Actor in a Supporting Role. Selain Academy Awards, ia juga pernah dinominasikan untuk Emmy Awards atas perannya di mini-seri HBO Empire Falls, dan 3 nominasi Tony Awards atas peran-perannya di drama True West (2000) Long Day's Journey into Night (2003), dan Death of a Salesman (2012). Sementara sebagai sutradara, Hoffman menyutradarai satu film, Jack Goes Boating yang cukup diterima dengan baik oleh kritikus, dan juga drama diantaranya In Arabia We'd All be Kings.
Saat ini Hoffman sedang menyelesaikan pengambilan gambar film The Hunger Games - Mockingjay Part 2. Namun dikabarkan ia sudah menyelesaikan mayoritas porsi adegan yang harus dijalaninya. Proyek serial TV-nya sudah pasti akan dibatalkan, dimana sebelumnya ia akan membintangi Happyish bersama Kathryn Hahn. Sementara itu, Jake Gyllenhaal dan Amy Adams harus mencoret satu judul film dari filmography mereka, karena film tersebut merupakan Ezekiel Moss, film yang akan disutradarai oleh Hoffman.
Di luar kehidupannya di depan kamera dan di atas panggung, Philip Seymour Hoffman merupakan pasangan dari penata busana Mimi O'Donnell yang ia kenal saat menyutradarai In Arabia We'd All be Kings. Ia memiliki 3 orang anak bersama O'Donnell yang lahir pada tahun 2003, 2006, dan 2008. Hoffman sudah sejak lama mengakui bahwa ia pernah mengalami ketergantungan pada obat-obatan dan alkohol. Namun ia memasuki panti rehabilitasi pasca kelulusannya dari NYU dan tetap bersih hingga tahun 2013, dimana ia mulai minum dan menggunakan obat-obatan lagi. tahun 2006, ia pernah melakukan wawancara dengan stasiun televisi CBS mengenai ketergantungan obat yang pernah dialaminya. Ia berujar bahwa ia akan melahap dan menyukai apapun (jenis obat) yang dapat ia temukan. Pada usia 22, ia pernah berujar mengenai dirinya yang berhenti minum, ia berujar "Aku rasa aku akan mati karena minuman keras jika aku tak berhenti minum. Aku tidak akan berceramah kepada siapapun mengenai ketergantungan obat dan minuman beralkohol. Tapi, bagiiku, saat keduanya ada di sekitarku, aku tidak memiliki kendali atas diriku sendiri"
Dan sungguh disayangkan, pernyataannya mengenai mati karena kecanduannya ternyata menjadi kenyataan. Hoffman ditemukan meninggal di apartemennya di New York dalam keadaan tak bernyawa oleh temannya yang penulis naskah, David Bar Katz. Polisi telah menduga kemungkinan overdosis obat-obatan sebagai penyebab kematian, karena sebuah jarum suntik ditemukan masih menempel di tangan sang aktor. RIP Philip Seymour Hoffman. (Foto oleh Mark Abraham)