Januari lalu kami memberitakan bahwa Grace of Monaco ditarik dari jadwal edarnya akibat adanya perseteruan antara produser Harvey Weinstein dan sutradara Olivier Dahan. Perseteruan yang sudah bermula sejak bulan Oktober itu menyebabkan Grace of Monaco diundur jadwal rilisnya dari akhir tahun 2013 ke tahun 2014, sebelum akhirnya ditarik sama sekali dari jadwal edar. Namun sehari setelahnya sebuah berita menggembirakan muncul: Grace of Monaco akan menjadi film pembuka Festival de Cannes ke-67. Judul film ini pun telah masuk dalam line-up resmi yang dirilis penyelenggara tengah bulan ini sebagai film pembuka seksi In Competition, walau filmnya sendiri tidak ikut berkompetisi. Kitapun berpikir, bahwa masalah antara Weinstein dan Dahan telah usai. Namun ternyata, semua itu salah.
Melalui situs web Variety dilaporkan, Harvey Weinstein sedang mempertimbangkan untuk menarik film tersebut dari perhelatan Festival de Cannes ke-67. Hal ini dilakukan olehnya karena ternyata ia masih belum setuju atas hasil film arahan Olivier Dahan tersebut. Dikabarkan, Weinstein ingin porsi kisah dimana Grace Kelly (Nicole Kidman) masih menjalani karirnya di Hollywood mendapat porsi lebih besar. Sebagai informasi, Grace of Monaco berkisah mengenai kehidupan Grace Kelly pasca pernikahannya dengan Pangeran Rainier III (Tim Roth), dan bagaimana keterlibatan Kelly dalam menangani percobaan invasi yang dilakukan oleh presiden Prancis Charles de Gaulle. Belum diketahui secara pasti, apakah porsi cerita mengenai karir Kelly di Hollywood sudah masuk ke dalam filmnya atau tidak ada sama sekali. Yang pasti, Weinstein menginginkan porsi yang besar untuk sub-plot itu. Dan untuk menambahkan bumbu perseteruan, muncul rumor bahwa Weinstein tidak mau mengeluarkan uang sama sekali untuk proses produksi film ini. Ia hanya mau mengeluarkan uang untuk distribusi film ini.
Distributor Prancis sebetulnya sudah siap merilis hasil edit terakhir dari Dahan. Tanggal rilis internasional pun sudah ada, mulai 14 Mei. Namun para produser film ini ternyata sebelumnya sudah memberikan lampu hijau kepada Weinstein untuk berbuat apa yang ia mau terhadap filmnya terkait perilisan film ini di Amerika Utara, dan hak siar di Festival de Cannes ada di tangan Weinstein, sehingga kemunculan Grace of Monaco di festival inipun terancam.
Ada pihak yang menduga, perseteruan ini hanyalah akal-akalan Weinstein saja untuk menarik minat para moviegoers menjelang perilisan Grace of Monaco di Cannes. Namun, merunut akar masalah yang panjang, tampaknya yang terlihat tidaklah semudah itu. Kita berharap bahwa masalah ini akan segera berakhir dan Grace of Monaco akan segera dirilis.
