
April sebentar lagi berakhir, saatnya Jelata bersiap menyambut datangnya parade film-film Eropa berkualitas sekaligus menghibur dalam Europe on Screen 2015. Festival film Eropa ke-15 ini akan berlangsung dari tanggal 1—10 Mei 2015 dan dilaksanakan serentak di Jakarta, Bandung, Denpasar, Medan, Surabaya, serta Yogyakarta. Dengan menayangkan 16 film pada bagian XTRA, 15 film pada DISCOVERY, 11 film dokumenter pada bagian DOCU, 6 film dalam CHILDREN, 6 film dalam RETRO, dan 8 film pada bagian OPEN AIR, European Union sebagai pihak penyelenggara mengharapkan para penikmat film Tanah Air dapat menikmati berbagai variasi menarik dari film-film Eropa.
Konferensi pers yang berlangsung di Ballroom 1, JW Luwansa Hotel ini diisi dengan sambutan dari Mr. Colin Crooks selaku Acting EU Ambassador dan juga presentasi dari Mr. Orlow Seunke sebagai EOS 2015 Festival Director dan ditutup dengan pemotongan rainbow cake yang dibuat sesuai logo EOS sebagai upacara simbolis. Mr. Crooks menyatakan harapannya terhadap EOS tahun ini agar dapat menjadi ajang promosi pemahaman antarbudaya dan menjadi jembatan antarwarga yang berbeda kepercayaan, pandangan, dan nilai. “Karena hal tersebut adalah sesuatu yang terasa semakin penting dengan adanya era globalisasi seperti sekarang,” ujarnya.

Selain itu, paparan rincian acara dan beberapa daftar film selama festival diterangkan oleh Mr. Seunke. Yang menjadi highlight dalam Europe on Screen tahun ini adalah ditayangkannya 2 film Eropa yang berhasil memenangi Oscar 2015: Citizenfour (kategori Best Documentary, film dokumenter tentang Edward Snowden), dan Ida (kategori Best Foreign Film, film berlatar tahun 1962 tentang biarawati yatim piatu yang ternyata memiliki saudara beragama Yahudi). Tak ketinggalan, film asal Turki pemenang Cannes 2014 Palme d’Or, Winter Sleep pun akan menjadi salah satu film yang ditayangkan di acara ini.
Sejak empat tahun lalu, EOS turut menampilkan kreativitas dan mempromosikan bakat dan visi kreatif dari para sutradara Indonesia. Kali ini sembilan finalis dari 267 film pendek karya anak negeri yang dikompetisikan sejak Januari—Maret telah terpilih. Film-film finalis kompetisi yaitu On the Way, Biggu Buddy, Bomb, Iblis Jalanan, Lemantun, Kitik, Ketika Umur Saya 40 Sekian, Iman, dan Friend akan diputar saat festival berlangsung. Pemenang kompetisi film pendek ini akan diumumkan saat Malam Penutupan EOS pada 10 Mei 2015 di Erasmus Huis, Jakarta.
Festival ini akan dibuka dengan film kocak asal Swedia, The 100 Year Old Man who Climbed Out the Window and Dissapeared pada acara tertutup di Epicentrum XXI tanggal 1 Mei 2015 dan ditutup dengan nonton bareng Life’s a Breeze, film komedi asal Irlandia, di ruang terbuka Erasmus Huis, Jakarta, pada 10 Mei 2015. Dengan ditampilkannya film-film yang sangat variatif di berbagai tempat serta delapan film yang juga ditayangkan dalam ruang terbuka, serta adanya fringe events yang menampilkan Gerben Schermer (Direktur Holland Animation Film Festival), Monique Nolte (sutradara film Only the Best for Our Son), Judith Hees (creative producer film Daylight), aktris Anna Prochniak (pemain film Warsaw ’44), dan Guy Edmonds (pakar restorasi film), EOS tahun ini memang benar-benar sayang untuk dilewatkan. Untuk jadwal dan info lengkap, Jelata bisa buka http://europeonscreen.org/
