Ray Dolby, Pionir Tata Suara Sinema Meninggal Dunia

by abn


Ray Dolby, Pionir Tata Suara Sinema Meninggal Dunia

Mengenal logo dan klip di atas? Penggemar film manapun pasti tahu bahwa logo dan klip di atas seringkali dilihat dan diputar sebelum pemutaran sebuah film. Ya, Dolby telah menjadi idiom tata suara sinema dan  bioskop di seluruh dunia. Dan sebagai penikmat film, sudah sepatutnya kini kita berduka, karena pencipta tata suara dan pendiri Dolby Laboratories, Ray Dolby, telah meninggal dunia. Ray Dolby meninggal pada hari Kamis, 12 September 2013 di San Fransisco.

Ray Dolby mendirikan Dolby Laboratories pada tahun 1965 di Inggris. Ia kemudian memindahkan usahanya tersebut ke Amerika Serikat pada tahun 1976. Produk pertama yang dihasilkan perusahaan ini adalah Dolby 301, sebuah piranti noise reduction untuk digunakan pada industri rekaman. A Clockwork Orange (1971) tercatat sebagai film pertama yang menggunakan produk Dolby noise reduction. Selain pada produksi film, Dolby pun mengembangkan tata suara untuk bioskop-bioskop yang meningkatkan kualitas dan pengalaman menonton. Pada tahun 1986 diperkirakan sudah ada 6,000 bioskop di seluruh dunia yang menggunakan teknologi tata suara Dolby Stereo dengan sistem LCRS (Left-Center-Right-Sorround). Sejak itu, nama Ray Dolby dan brand Dolby tidak bisa dilepaskan dari dunia sinema. Salah satu produk tata suara terbaru yang diperkenalkan oleh Dolby adalah Dolby 7.1 pada Juni 2010, dengan Toy Story 3 sebagai film pertama yang menggunakan format tata suara ini. Dolby 7.1 sampai tahun 2012 lalu telah dipasang di lebih dari 3,600 bioskop di seluruh dunia. Dan pada April 2012, Dolby memperkenalkan format terbaru, Dolby Atmos. Film pertama yang menggunakan format tata suara ini adalah Brave, sementara Dolby Theatre merupakan tempat pertama yang menggunakan perangkat keras tata suara ini.

Sebagai pribadi, Ray Dolby telah mendaftarkan banyak paten dan juga mendapatkan banyak penghargaan. Ia memiliki 50 paten, ditambah penghargaan dari Oscars, Emmys, Festival FIlm Cannes, Festival Film Berlin, The Edison Medal (diserahkan oleh Presiden Clinton), The US National Medal of Technology, dan Most Excellent Order of the British Empire dari Kerajaan Inggris. Majalah Forbes sendiri mengestimasi, Ray Dolby saat wafat memiliki kekayaan hingga USD 2.3 miliar.

Rest in peace Ray Dolby. Karya-karyamu akan selalu kami nikmati saat kami menyaksikan film.

Artikel Terkait