Hobi Bruce Willis berkelana antar waktu untuk ketiga kalinya. Berhadapan dengan Joseph Gordon-Levitt yang hidungnya telah disentuh H. Jeje, Looper adalah Inception-nya tahun ini.
Sutradara: Rian Johnson
Pemain: Joseph Gordon-Levitt, Bruce Willis, Emily Blunt
Bruce Willis rupanya gemar sekali melakukan perjalanan antar waktu. Setelah dalam Twelve Monkeys (1995) dan The Kid (2000), ia kembali ke masa silam dalam film arahan Rian Johnson ini. Apakah di perjalanan Willis sempat bertemu Will Smith mungkin hanya Van Damme dalam Time Cop yang tahu.
Kisahnya mengenai seorang Looper, Joe (Joseph Gordon-Levitt) yang bertugas membunuh orang dari masa depan. Ia bekerja untuk mafia dan tanpa banyak tanya, ketika korban muncul di ladang tebu, ia akan langsung menembaknya. Tapi apa yang akan ia lakukan ketika ia menjumpai dirinya sendiri versi masa depan (Bruce Willis) muncul sebagai korban, akankah ia menembak dirinya sendiri? Atau malah terlibat masalah yang lebih pelik?

Sinopsis cukup sampai disini sebab Looper adalah jenis fiksi ilmiah yang kalau Anda mengetahui spoilernya atau terlalu mencari-cari setiap info pinggiran filmnya, maka akan merusak kenikmatan menonton. Levitt tampil cukup bagus walau make -up wajahnya terlihat aneh dengan alis laminasi tukang fotokopi depan kampus dan hidung seolah hasil sentuhan H. Jeje.
Secara visual film berbujet hanya US$30 juta ini juga menarik, lens flare yang akan mengingatkan Anda pada J.J. Abrams dan masa depan yang tidak se glossy tampilan operating system terbaru menandakan sebuah masa depan yang kelam dan kasar. Anda akan teringat pada Blade Runner (1982) untuk tampilan visualnya.
Kesampingkan paradoks waktu atau ilmu fisika yang pernah Anda dapatkan baik di sekolah ataupun secara populer, sebab film ini memiliki paradoks tersendiri. Tanpa heboh efek perjalanan antar waktu yang umumnya melibatkan petir dan mesin canggih, filmnya mengenai cerita dan aksi apa adanya yang tetap menegangkan di mana karakternya harus bereaksi atas kejadian yang menimpa mereka. Willis tampak garang di film ini, tampaknya ia lebih cocok memegang senapan mesin di film ini daripada di The Expendables 2 dan Levitt, walau hidung H.Jeje-nya terasa mengganggu, mampu menirukan seringai Willis yang terkenal di film-film.

Looper adalah Inception-nya tahun ini dan akan memancing banyak diskusi. Apakah mungkin merubah sejarah? Bisakah kita lari dari takdir? Apakah jahat itu dari lahir? Apakah tobat itu merubah segalanya? Apakah usia tua membuat Anda lebih bijak? Dan banyak lagi. Tidak heran jika filmnya mendapat banyak pujian ketika rilis di Amerika Serikat. Anda tidak perlu menonton dua kali untuk paham (dialognya tidak sesulit Brick, film pertama Rian Johnson), cukup sekali asal konsentrasi. Tak perlu berpikir terlalu keras dan mencari-cari paradoks yang ada sebab dengan logika internal filmnya sendiri Anda akan paham apa arti Looper itu sendiri.