Home: Perjalanan (Super) Jauh Demi Kata ‘Pulang’

by Enyu Handayani

Home: Perjalanan (Super) Jauh Demi Kata ‘Pulang’
EDITOR'S RATING    

Demi pulang, siapapun rela menempuh perjalanan sejauh apapun itu. Termasuk dalam animasi indah ini.

Siapa yang tahu kalau di jagat raya ini, lewat jarak ratusan juta kilometer cahaya dan dari galaksi berbeda, kita dapat menemukan atau tak sengaja bertemu makhluk yang bisa menjadi tempat untuk ‘pulang’ dan belajar tentang segala rasa dalam hidup? Kisah luar biasa aneh, memang. Akan tetapi, DreamWorks Animation bisa mengangkat cerita ajaib itu ke layar lebar lewat film Home yang siap ditayangkan mulai 27 Maret 2015. Apakah film yang disutradarai Tim Johnson ini akan sukses meraup untung berkali-kali lipat seperti Madagascar dan How To Train Your Dragon atau justru hanya sekadar lewat seperti Turbo?

Diangkat dari novel anak-anak ber-genre fiksi ilmiah karangan Adam Rex berjudul The True Meaning of Smekday (2007), film yang awalnya diberi judul Happy Smekday! ini mengisahkan gerombolan alien yang menyebut diri sebagai Boov, yang terus berpindah dari satu planet ke planet lain hingga ke antargalaksi hanya demi bisa menemukan ‘rumah’ yang damai dari kejaran musuh dan nyaman untuk ditinggali. Sampai suatu hari, satu kejadian luar biasa membuat para Boov mendarat di Bumi. Saat Boov yang lain sibuk meng-explore segala benda yang mereka temui, satu Boov bernama Oh (suara diisi oleh Jim Parsons) justru bertemu Gratuity ‘Tip’ Tucci (Rihanna), seorang gadis 12 tahun yang terpisah dari ibunya karena invasi Boov. Sama-sama terdesak dan merasa tidak ada pilihan lain, mereka berdua (plus satu kucing peliharaan Tip) memutuskan untuk pergi menuju Australia. Di sana, semua manusia bumi dikumpulkan atas perintah Captain Smek (Steve Martin), pemimpin dari Boov, demi menghindari serangan Gorg, makhluk luar angkasa berbentuk segitiga si penghancur segala.

Karakter Oh dalam film ini digambarkan sebagai Boov yang ‘terbuang’ dari koloni karena dianggap sering membuat kesalahan meski sebenarnya ia Boov yang menyenangkan, pintar, dan senang berteman –berbanding terbalik dengan karakter Boov lainnya yang hidup individual dan tidak saling urus antarsesama. Aliran kisah yang penuh petualangan baru bagi Oh pun terasa mengalir dan menyenangkan untuk dilihat. Kita seakan diajak ikut merasakan segala pengalaman pertama Oh di bumi, mulai dari hal kocak yang terjadi di toilet umum, hingga bagaimana Oh belajar memahami beragam perasaan manusia yang ia pelajari tidak langsung dari Tip. Rihanna sebagai pengisi suara Tip juga patut diacungi jempol di sini. Meski ini kali pertama Rihanna sebagai pengisi suara dalam film animasi, emosi yang ‘dikeluarkan’ untuk mengisi karakter Tip terasa real dan tidak berlebihan meski ada beberapa anggapan suara Rihanna terlalu ‘tebal’ dan ‘berat’ untuk mengisi suara gadis kecil berusia 12 tahun.

Selain alur cerita yang tidak biasa, bahasa Boovism yang digunakan oleh para Boov juga tak kalah unik. Kepiawaian Adam Rex (penulis The True Meaning of Smekday) dalam memutar bahasa sehingga memiliki interpretasi khas diterapkan pula dalam tiap kalimat yang diucapkan para Boov dalam film Home. Sehingga, bahasa Inggris yang dipakai dalam film ini terasa sangat berantakan, tidak efektif, dan cenderung boros dalam pemakaian kata namun tetap benar dan masuk akal dalam penyampaian makna. Film animasi berdurasi 94 menit ini juga eye catching karena menyuguhkan warna-warni neon khas warna DreamWorks Animation yang belakangan ini sering muncul seperti di film Madagascar 3: Europe’s Most Wanted, Turbo, dan Penguins of Madagascar. Dari tampilan fisik para Boov, planet-planet, bahkan mobil rakitan Oh yang berbahan dasar minuman buah tidak lepas dari warna hijau, ungu, pink, dan warna cerah-semi-glow in the dark yang memanjakan mata.

Overall, film yang beberapa soundtrack-nya dinyanyikan oleh Jennifer Lopez dan Rihanna ini mengisahkan dua karakter yang merasa sendirian di dunia masing-masing namun justru menemukan kecocokan dengan ‘orang’ yang benar-benar berbeda. Secara kasat mata terlihat tidak cocok bahkan tidak pantas, akan tetapi dari hal-hal yang berbeda itulah mereka bisa dengan mudah menemukan kesamaan emosi dan belajar untuk saling menerima perbedaan masing-masing. Setiap perjalanan yang dilalui Oh dan Tip membuat mereka semakin paham bahwa perasaan nyaman bukan bergantung pada di mana kita berada, tapi dengan siapa kita berada. Sebuah perasaan yang bukan hanya milik manusia, karena siapa tahu, di galaksi luar sana, ada juga makhluk planet lain yang juga bisa merasa senang, sedih, dan juga pintar menari seperti Oh. Enjoy!

Artikel Terkait