Minions: Forget About Jokes that Makes You Laugh, Just Enjoy Their Cuteness

by dr. kawe

Minions: Forget About Jokes that Makes You Laugh, Just Enjoy Their Cuteness
EDITOR'S RATING    

Mereka berhasil mencuri perhatian ketika muncul di Despicable Me sebagai bawahan Gru. Kepopuleran mereka membuat makhluk kuning ini diberi "kehormatan" untuk tampil di film mereka sendiri. Namun, apakah kisahnya lebih lucu daripada film orisinalnya?

 
Sebagai sebuah film musim panas, Minions memang sangat ditunggu. Kemunculannya pun bertepatan dengan musim libur sekolah dan bulan puasa sehingga menjadi pilihan beberapa orang untuk ngabuburit. Selain itu, orangtua pun jadi senang mengajak anaknya ke bioskop karena film ini aman untuk ditonton segala usia. Memang, kelucuan Minion jelas mampu menghibur anak-anak. Namun, apakah orang dewasa yang menyaksikan juga sependapat?
 
Film dibuka dengan Minion yang sudah hidup berjuta-juta tahun yang lalu. Tujuan mereka hanya satu: mencari majikan paling keji sedunia dan mengabdi padanya. Namun, pencarian itu ternyata tidak mudah. Tahun demi tahun berlalu sampai akhirnya mereka putus asa dan kehilangan semangat hidup. Salah satu minion bernama Kevin yang melihat kondisi ini tidak tinggal diam, bersama Bob dan Stuart iapun memulai petualangan untuk mencari the worst villain in the world untuk dijadikan majikan. Pencarian ini membawa mereka hingga ke tanah Amerika dan sebuah konferensi bernama Villain Con. Di sinilah mereka bertemu dengan Scarlett Overkill dan menjadi anak buahnya. Scarlett bersedia menerima Kevin, Stuart, dan Bob serta Minion lain asalkan mereka dapat melewati ujian darinya, yaitu mencuri mahkota milik Ratu Elizabeth. Apa ketiga Minion ini sanggup menjalankan "misi" Scarlett dan mendapatkan majikan?
 
Sosok minion memang bisa dibilang magnet bagi anak-anak di seluruh dunia. Dari kemunculannya di Despicable Me dan Despicable Me 2, Minion akhirnya mendapat kehormatan dibuatkan film sendiri. Mengingatkan kita pada Penguins of Madagascar yang bernasib sama. 
 
 
Sayangnya, kreator Minions rupanya tidak tertarik untuk membuat film dengan plot yang lebih menarik dan hanya mengandalkan pada cara berbicara serta tingkah laku mereka. Hampir sebagian besar jalan ceritanya mudah ditebak, bahkan leluconnya pun kalau ditotal dari durasi film hanya 1/4 yang lucu, sementara sisanya terasa garing. Tidak hanya itu, klimaks yang adapun terasa seperti pengulangan dari film-film sejenis: apakah adegan pertarungan pada film anak-anak memang harus menampilkan tokoh utama dengan wujud raksasa untuk melawan penjahat? Karena formula ini mungkin menarik bagi anak-anak, tapi membosankan bagi orang dewasa. 
 
Namun, Minions memang memiliki daya tarik tersendiri. Selain bahasa mereka yang mengundang tawa (bahkan menyelipkan kata-kata dari bahasa kita), sosok dan tingkah laku mereka bisa dibilang adorable. Tidak heran berbagai produk makanan, mulai dari makanan kotak hingga fast food memberikan bonus mainan Minion yang menjadi incaran para pengoleksi makhluk berwarna kuning ini. 
 

Artikel Terkait