The Walk: Surat Cinta dari Paris untuk ‘Menara Kembar’ WTC

by Enyu Handayani

The Walk: Surat Cinta dari Paris untuk ‘Menara Kembar’ WTC
EDITOR'S RATING    

Kisah nyata tentang seorang Perancis yang ingin "membajak" menara kembar untuk memuaskan ambisinya ini akhirnya diangkat ke layar lebar.

Ketika Hollywood mengangkat kisah hidup seorang tokoh sebagai tema besar sebuah film, hal yang paling krusial adalah apakah film itu akan meninggalkan kesan mendalam di hati para penonton atau justru menjadi film yang hanya ber-tag line ‘based on true story’ dengan jalan cerita hambar. Di awal Oktober 2015 ini, satu film grand berlatar tahun 70-an persembahan Robert Zemeckis berjudul The Walk hadir menyapa Jelata yang juga hadir dalam format IMAX 3D yang memanjakan mata. Film berdurasi 123 menit keluaran TriStar Pictures yang diangkat dari buku To Reach the Cloud karya Philippe Petit ini dirilis perdana saat penyelenggaraan New York Film Festival 2015 pada tanggal 26 September lalu dan telah mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak.

The Walk mengisahkan proses seorang warga negara Perancis bernama Philippe Petit, yang sejak kecil sudah jatuh cinta dengan pertunjukan titian tali di dunia sirkus, menjadi orang pertama dan satu-satunya yang pernah meniti tali antarpuncak dua menara kembar World Trade Center (WTC), di New York, Amerika Serikat. Peristiwa besar itu terjadi pada 7 Agustus 1974, saat gedung WTC belum seutuhnya rampung dibangun. Film ini dibuka dengan gaya narasi dari Philippe Petit (diperankan oleh Joseph Gordon Levitt) yang dengan santainya menceritakan awal mula kenapa dia bisa segitunya jatuh cinta dengan dunia high wire. Saat Petit mengetahui di Amerika ada gedung kembar yang sedang dibangun dan nyaris 100 meter lebih tinggi dari Menara Eiffel, ia pun langsung membuat satu rencana gila: merekrut beberapa orang sebagai kru ‘cabutan’, pergi ke Amerika, dan melakukan high wire walk secara ilegal (Petit menyebutnya sebagai coup/kudeta) yang diyakini bakal menjadi peristiwa bersejarah sepanjang masa.

Di sinilah perjalanan para tokoh dan penonton menyusuri World Trade Center dimulai. Kerja sama apik dari tim LStar Capital dan ImageMovers, Kevin Baillie sebagai visual effects supervisor, dan musik dari komposer Alan Silvestri membuat The Walk berhasil menggambarkan suasana serta feel yang sama seperti yang dirasakan Philippe Petit di tahun 1974. Dengan berdasarkan dokumentasi foto asli hasil jepretan Jean-Louis yang memotret di tiap momen menjelang dan saat Petit melakukan ‘aksi gila’nya, wujud Menara Kembar yang telah hancur di tahun 2001 ini seolah kembali hadir secara nyata di depan mata dan ikut mengantar cerita Petit dengan manis dan penuh nostalgia.

Karakter Petit yang rebellious, penuh ambisi, dan gampang mengambil keputusan untuk melakukan hal gila digambarkan dengan baik oleh JGL. Gaya penceritaan narasi yang dilakukan oleh aktor utama dalam film ini langsung mengingatkan kita pada film Forrest Gump, film keluaran tahun 1994 yang juga merupakan hasil karya Robert Zemeckis. Cara pengambilan gambar yang sebagian besar diambil dari sudut Petit memberi sudut pandang baru bagi penikmat pertunjukan high wire walk karena selama ini, orang selalu melihat dari sudut penonton yang duduk jauh di bawah wire walker saja tanpa tahu apa yang dirasakan sang artis sebenarnya. Dalam The Walk, kita berhasil ‘dibawa’ ikut berjalan di atas tali baja, ikut merasa panik saat tali bergetar tertiup angin, dan merasakan aliran adrenalin saat kamera perlahan bergerak ke bawah, merekam segala gerak yang terjadi jauh di bawah kaki kita.

Keberhasilan Philippe Petit ‘menyeberangi’ menara WTC lewat kabel baja memang benar menjadi headline besar di seluruh dunia pada masanya. Menjadi saksi nyata dari aksi super nekat sang artis yang beratraksi tanpa pengamanan apapun sukses membuat warga Amerika mencintai dan merasa memiliki ikatan emosional yang dalam terhadap The Twin Towers. Dua hal itulah yang benar tertangkap dan berhasil ‘diantarkan’ dengan manis oleh The Walk. Zemeckis, yang sudah dikenal luas lewat film-film masterpiece-nya seperti Forrest Gump, Cast Away, Back to the Future, Polar Express, dan Flight, sekali lagi berhasil mengangkat kisah seorang figur dengan karakter tokoh yang kuat dan pengambilan gambar yang intens. Siap-siap karena film ini akan membuat Jelata secara tidak sadar bertepuk tangan karena takjub. Enjoy

Artikel Terkait