Senior tidak hanya menyajikan kisah horor semata, tetapi juga membalutnya dengan misteri, persahabatan, roman, hingga bullying. Komplit banget.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Thailand merupakan penghasil film horor yang berkualitas. Di saat perfilman horor Indonesia sedang terpuruk, Negara Gajah Putih ini berhasil mendistribusikan film mereka hingga Tanah Air dan sukses meraih banyak penonton. Masih ingat dengan 4bia, Phobia 2, atau Pee Mak yang tidak hanya mencekam, namun juga mengundang tawa? Membuka tahun 2016, Thailand kembali mengimpor film horor mereka. Mengusung judul Senior¸ kisah yang ditawarkan tidaklah setipikal film-film horor mereka.
Mon adalah seorang gadis yang sedang menuntut pendidikan serta tinggal di asrama sekolah kesusteran karena bibi yang merawatnya sakit. Kedua orangtuanya Mon sudah meninggal dalam kecelakaan, sementara ia sendiri berhasil selamat dan sejak itu dapat mengetahui kehadiran makhluk halus melalui bau mereka. Suatu hari, Mon didatangi hantu pria yang ia panggil Senior. Hantu tersebut terus mengikuti Mon ke mana-mana demi satu hal: memohon bantuan gadis ini dalam mengungkap kasus terbunuhnya Putri Bhanawadee Rasmee yang kastilnya kini digunakan sebagai sekolah Mon. Kasus berpuluh-puluh tahun kini terbuka kembali. Dibantu Senior, Mon berusaha menyelidiki apakah benar Putri dibunuh oleh tukang kebunnya atau ada konspirasi lain di balik itu.
Berbeda dengan horor murni film Thailand pada umumnya, Senior menyajikan banyak genre dalam satu layar. Jelata bisa ketakutan, tertawa, tersentuh, bahkan menangis. Tema yang diangkat pun begitu beragam, selain ada penampakan hantu, adapula misteri, bullying, persahabatan, hingga asmara. Meski kehadiran hantunya sendiri menggunakan CGI, namun di beberapa adegan penampakan mereka cukup menyeramkan, mengagetkan, hingga membuat bulu kuduk merinding.
Paket komplit ini masih didukung oleh akting aktris muda blasteran Thailand-Jerman, Jannine Parawie Wiegel, yang berperan sebagai Mon. Ia sukses menghadirkan Mon yang pendiam, namun terkadang judes, tapi di satu sisi bisa setia kawan. Aktingnya itupun didukung pula oleh deretan aktor dan aktris muda Thailand yang tidak kalah menariknya. Misteri yang disajikan pun membuat penasaran sehingga dijamin akan membuat Jelata terus mengikuti kisahnya sampai selesai.
Meski di beberapa adegan terasa sangat sinetron, untungnya sebagai sutradara Wisit Sasanatieng tidak terjebak ke ranah melodramatis dan tetap mengemasnya menjadi film dengan genre campuran ini. So recommended untuk ditonton, Jelata.