10 Cloverfield Lane: Teror Luar-Dalam di Lahan Pertanian

by dr. kawe

10 Cloverfield Lane: Teror Luar-Dalam di Lahan Pertanian
EDITOR'S RATING    

Tanpa banyak gembar-gembor, tiba-tiba 10 Cloverfield Lane menyita perhatian penggemar film di seluruh dunia melalui trailer yang muncul. Tentang apakah film ini berkisah?

Di tahun 2008, J.J. Abrams berhasil membuat seluruh dunia penasaran dengan Cloverfield. Film yang mengisahkan penyerbuan alien ke kota New York ini dibuat dengan kerahasiaan yang sangat tinggi. Pun begitu saat rilis, film ini masih menyisakan “kedongkolan” dan tanda tanya perihal sosok si alien. Nyaris serupa dengan apa yang disajikan dalam Cloverfield, tiba-tiba penyuka film dikejutkan dengan kemunculan trailer 10 Cloverfield Lane. Terkejut karena berita film ini sendiri bisa dikatakan nyaris tidak ada. Tapi, toh terbukti dengan tingkat kerahasiaan yang serupa dengan film pertamanya, film ini menimbulkan rasa penasaran yang begitu besar.

Michelle meninggalkan tunangannya Ben dan mengemudi melewati jalanan yang sepi. Naas, sebuah mobil menabraknya dengan kecepatan tinggi hingga ia tidak sadarkan diri. Saat terbangun, gadis ini sadar bahwa ia dikurung di sebuah ruang bawah tanah oleh pria bernama Howard. Dari keterangan Howard, diketahui bahwa Bumi baru saja mendapat serangan alien dan udara di luar terkontaminasi. Di bawah tanah itu, Michelle tidak sendiri karena ada Emmett yang turut membantu Howard membangun bungker yang ternyata sudah dipersiapkan sejak lama guna mengantisipasi kejadian ini. Dari yang tidak percaya, Michelle akhirnya mau tidak mau terpaksa menghabiskan waktunya di bungker. Namun, di balik sikapnya yang terkadang hangat, terkadang galak, Michelle curiga bahwa Howard menyimpan rahasia besar. Apakah Michelle harus bertahan atau harus kabur dengan risiko menghadapi musuh yang lebih besar lagi?

Hal pertama yang tentu saja berbeda saat melihat film ini adalah cara pengambilan gambarnya yang kali ini seperti film biasa alias bukan found footage. Ini tentu membuat tingkat ketegangan menjadi berbeda dari film pertama yang membuat penonton seakan ikut masuk ke dalam peristiwa. Namun, hal itu tidak lantas membuat film ini jadi kedodoran. Alih-alih membangun ketegangan dari sudut pengambilan gambar, penulis naskah Josh Campbell, Matt Stuecken, dan Damien Chazelle membangun rasa tegang dan penasaran melalui alur cerita.

Penonton dibuat bertanya-tanya, benarkah serangan terjadi saat Michelle dalam tahanan? Atau itu hanya karangan pria kesepian yang butuh teman? Siapa sebenarnya Howard? Siapakah Megan yang kerap disebut-sebut Howard? Lalu, siapakah Emmett? Semua itu perlahan tapi pasti dikumpulkan menjadi satu hingga satu pada tahapan puncak saat Michelle memutuskan kabur.

Dengan hanya tiga orang sebagai pemeran utama sepanjang film berlangsung, praktis perhatian penonton akan tertuju pada Mary Elizabeth Winstead, John Goodman, dan John Gallagher Jr. Untunglah ketiganya berhasil menyajikan akting yang memikat. John Goodman yang biasanya dikenal sebagai aktor komedi dan kebapakan berhasil bertransformasi menjadi sosok pria penuh misteri dengan emosi yang sulit ditebak. Winstead juga tidak sekadar seorang damsel in distress yang terjebak di sebuah pertanian terpencil, tetapi punya cukup otak untuk melakukan berbagai tindakan yang berujung pada usahanya menyelamatkan diri. Dan, sekali lagi, 10 Cloverfield Lane berhasil menyajikan gambaran alien yang seram, tapi juga misterius dengan menggunakan kegelapan untuk membuatnya terlihat semakin meneror.

Bagi yang mengharapkan film minim drama dan sarat ketegangan akibat kemunculan alien dengan handheld camera yang banyak goyang, film ini mungkin kurang memuaskan, terasa lambat, dan membosankan. Namun, jika Jelata betah, debut Dan Trachtenberg ini dijamin akan membuat Anda tersenyum puas dengan klimaks yang membuat kita berharap Winstead akan muncul lagi di seri Cloverfield selanjutnya.

Artikel Terkait