Kebebasan yang tak terbatas belum tentu menghasilkan karya yang berkualitas.

Demi bisa menyutradarai Batman terbaru Warner Brothers harus rela mengizinkan Ben Affleck untuk membuat proyek pribadinya yang berjudul Live By Night. Dengan harapan kualitas Affleck yang sudah teruji sebagai sutradara akan membawa keuntungan berlipat saat Batman rilis nanti. Namun Live By Night ternyata tidak sebagus yang diharapkan. Film ini terasa sangat panjang dan konflik utama diselesaikan dengan cara yang sangat bertele-tele. Terlihat sekali Affleck punya kuasa penuh dalam film ini dengan banyaknya adegan tidak perlu yang bisa masuk di layar. Tampaknya WB dan Ben harus mengakui jika ini bukan tahun mereka.
Secara premis dan cerita, Live By Night punya potensi yang sangat bagus, balas dendam mantan bandit pada bos mafia yang sudah menghancurkan hidupnya. Tetapi dalam prosesnya banyak hal-hal sepele yang dijejalkan sehingga rasa tertarik itu hilang di tengah film. Affleck sepertinya ingin sekali aktingnya di lihat orang hingga karakter lainnya di film berdurasi dua jam delapan menit ini tidak ada yang benar-benar menonjol. Mereka seperti tempelan yang datang dan pergi sesuai kebutuhan cerita tanpa meninggalkan kesan mendalam pada penonton. Padahal dalam jajaran pemain ada aktor-aktor terkenal seperti Zoe Saldana, Elle Fanning, Brendan Gleeson, Sienna Miller dan Chris Cooper.
Penyutradaraan Aflleck memang harus diakui sangat bagus, film dengan cerita bertele-tele seperti ini saja bisa disajikan dengan pace yang pas. Walaupun panjang anehnya film ini tidak membuat ngantuk untuk diikuti. Memang ada rasa bosan di tengah-tengah film berjalan tapi alurnya masih enak untuk dinikmati. Gambar dan sinematografi tersaji dengan bagus, adegan aksinya walau sangat minim sangat keras dan brutal. Sangat menggambarkan kehidupan gangster yang keras di tahun 1920an.

Menonton Live By Night seperti menyaksikan versi director’s cut dari rilisan home video. Penonton bisa merasakan mana adegan yang seharusnya tidak perlu masuk dan mana yang harusnya ditambah. Selain itu, Affleck tampaknya terlalu lama menutup film ini sehingga rasa klimaks yang sempurna akhirnya hilang karena masih banyak adegan setelah itu. Dan saat film ini benar-benar berakhir rasanya orang hanya ingin segera beranjak dari tempat duduk mereka.