Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Kong Disembah

by Prima Taufik

Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Kong Disembah
EDITOR'S RATING    

Kong tidak mengganggu jika tidak diganggu, respect!

 
Setelah Gareth Edwards sukses dengan reboot Godzilla, nampaknya Warner Bros. melirik para monster raksasa ini sebagai ladang uang baru. Tanpa perlu berpikir lama, kini salah satu monster legendaris ditambahkan ke dalam “giant monster cinematic universe”. Namanya adalah Kong. Jordan Vogt-Robert yang notabene adalah pemula untuk dunia film didapuk menjadi sutradara. Hasilnya perbandingan pun tak dapat dihindari dengan installment Kong sebelumnya yang diarahkan oleh Peter Jackson. Untuk ini, kami jujur bahwa versi Peter lebih baik walau versi terbaru ini juga tidak jelek. 
 
Kekurangan dari versi terbaru Kong ini adalah penceritaan dan editing. Dan Gilroy dan John Gatins tampaknya tidak mampu membuat alur cerita yang bisa menaikkan minat penonton sampai akhir. Editing yang sering lompat membuat rasa tanggung karena adegan tidak terselesaikan dengan baik. Hal ini dilakukan berulang kali sehingga efek yang ditimbulkan malah rasa bosan. 
 
Lalu sekarang perbandingan muncul pada pemeran dari kedua film Kong. Pada King Kong, Adrien Brody dan Naomi Watts memang menonjolkan sisi drama dari film tahun 2005 itu. Rasa keterikatan mereka terlihat jelas di film. Sedangkan, untuk Tom Hiddleston dan Brie Larsson, walaupun tidak menonjolkan drama, tapi interaksi mereka terasa sangat kurang. Tidak ada adegan khusus dan dialog-dialog yang menunjukkan mereka adalah peran utama di film ini. Kebanyakan yang mereka lakukakan adalah lari ke sana kemari sambil menghindari serangan monster. Lalu, tiba-tiba saja mereka dekat di akhir film, terasa janggal.
 
 
Namun tentu film ini juga punya sisi baik yang patut diacungi jempol. Pertama, akting Samuel L. Jackson (The Hatefull 8) sebagai tentara yang membalas dendam untuk anak buahnya yang terbunuh oleh Kong. Benar-benar terlihat kejam dan keji. Kelebihan berikutnya adalah adegan aksi pertarungan antara Kong dan kadal raksasa benar-benar seru dan tegang. Vogt terlihat sekali mencurahkan waktu dan tenaga untuk adegan aksi di film sehingga gabungan efek, aksi, dan akting pemainnya terlihat bagus.
 
Untuk yang menyaksikan film ini tolong duduk hingga credit title berakhir karena akan ada homage yang membuat kalian para pencinta monster raksasa kegirangan. Bagi yang ingin mencari hiburan di akhir pekan ini, Kong: Skull Island versi 3D Imax atau 4DX bisa menjadi pilihan yang tak akan mengecewakan.
 

Artikel Terkait