The Hitman's Bodyguard: Duet Kocak Pembunuh Terlatih dan Penjaganya

by Dwi Retno Kusuma Wardhany

The Hitman's Bodyguard: Duet Kocak Pembunuh Terlatih dan Penjaganya
EDITOR'S RATING    

Saat seorang pembunuh butuh pengamanan, di situlah mulainya kekocakan film ini.

Ryan Reynolds sempat dicaci-maki dan terpuruk pasca Green Lantern yang gagal total tersebut. Namun, kegagalan itu tidak membuatnya patah semangat dan akhirnya beralih ke superhero lain, Deadpool. Lewat karakter berkostum merah dan bermulut kotor ini, Ryenolds seakan menemukan kebintangannya kembali. Bahkan, sifat “suka mengkritik tanpa memikirkan akibatnya” terbawa hingga ke film lain. Salah satunya The Hitman's Bodyguard ini.

Judulnya sendiri sudah menggambarkan posisi Reynolds di sini, yaitu sebagai pengaman untuk para penjahat kelas kakap, mulai dari penjual senjata hingga pembunuh kelas atas. Kenapa orang-orang jahat ini butuh pengaman? Banyak alasannya. Karena diincar oleh saingan bisnis, orang yang pernah dikhianati, dan masih banyak lagi. Setelah sebuah kegagalan, Bryce yang “turun kasta” mendapat kesempatan mengawal saksi mata penting dan berkesempatan menaikkan kembali reputasinya.

Bisa dikatakan kesuksesan film ini terletak pada chemistry Ryan Reynolds dan Samuel L. Jackson. Dialog-dialog pertengkaran keduanya malah jadi lelucon yang memikat dan sanggup menghibur sepanjang film berlangsung. Beberapa lagu oldies yang terselip pun bisa membuat para penonton (terutama yang besar di era ’80-an) ikut berdendang atau sekadar ikut menggerakkan kaki.


Dua aktris yang terlibat, yaitu Elodie Yung dan Salma Hayek pun bukan hanya sekadar tempelan. Masing-masing memiliki peran tersendiri dalam film ini, terutama Hayek. Walau lokasinya hanya dari balik terali besi, namun perannya sebagai istri Darius Kincaid (Jackson) terasa penting. Tidak hanya itu, Gary Oldman yang beberapa tahun belakangan ini seakan mengurangi peran-peran antagonisnya berhasil menyajikan performa yang memukau sebagai diktator Belarusia, Vladislav Dukhovich, yang kejam.

Meski high speed car chase hingga kejar-kejaran di kanal dengan perahu motor terasa klise, namun berbagai adegan aksinya toh seakan menjadi pelengkap dari chemistry keduanya yang sudah terasa asyik sejak awal. Patrick Hughes, selaku sutradara, pun piawai menyelipkan momen-momen yang mampu meledakkan tawa penonton di tengah aksi-laga yang cukup menegangkan. Beberapa romansa yang muncul di tengah adegan tegang untungnya tidak membuat perasaan penonton bak api unggun yang sedang membakar lalu disiram air dingin. Justru, adegan tersebut menjadi selingan ringan sebelum tensi naik kembali.

Meski tergolong film medioker, namun The Hitman's Bodyguard patut menjadi hiburan yang bisa melepas stres dengan aksinya. Asyiknya duet bintang utamanya membuktikan bahwa Jackson dan Reynolds patut bersanding kembali di masa mendatang, sebagai Nick Fury dan Deadpool mungkin?