Overlord: Alternatif Baru Kekejaman NAZI pada Perang Dunia II

by Prima Taufik

Overlord: Alternatif Baru Kekejaman NAZI pada Perang Dunia II
EDITOR'S RATING    

Kejam, brutal, dan menegangkan

Film-film produksi Bad Robots selalu memiliki ciri khas unik dan twist yang seru. J.J Abrams memang juaranya untuk menyajikan sesuatu yang segar dan berbeda. Setelah Cloverfield menyajikan sisi lain invasi alien, dalam Overlord, setting yang diambil adalah Perang Dunia II. Abrams memang hanya menjadi produser dalam film-film ini, tapi sentuhannya nyata sekali terlihat. Kali ini, dia memilih Julius Avery untuk menggawangi Overlord dengan naskah dan cerita ditulis oleh Billy Ray.

Perang Dunia II memang menyisakan banyak misteri dan kekejaman. Yang paling sering diumbar tentu saja kekejaman Nazi kepada para tawanan perang mereka. Kali ini sekelompok tentara sekutu yang memiliki misi menghancurkan sebuah gereja dengan menara pemantau milik Jerman, menemukan hal mencengangkan yang membuat misi mereka menjadi hampir mustahil. Para tentara yang diperankan oleh Jovan Adepo (Boyce), Wyatt Russell (Ford), John Magaro (Tibbet), Iain De Caestecker (Chase), serta dibantu wanita Perancis cantik yang diperankan Mathilde Ollivier (Chloe).


Aksi yang disuguhkan sangat brutal dan keras, namun terlihat realistis dan memuaskan. Yang paling asyik adalah Avery memperlakukan film ini seolah sedang membuat film horor. Banyak adegan jumpscare dan shocking moment yang membuat penonton tersentak bahkan berteriak. Dari awal, film sudah disuguhkan ketegangan yang bisa membuat penonton terfokus ke layar. Setelah itu, kejutan demi kejutan saling bersambung hingga pada pertengahan film tensi sedikit menurun. Namun, hanya sebentar kemudian film beralih menjadi aksi brutal yang keras. Sayang, beberapa adegan harus mendapat guntingan dari lembaga sensor, menghilangkan sedikit elemen epik dari ketegangan yang sudah dibangun dengan baik.

Namun, film ini tidak lepas dari aksi klise yang sangat membuat kesal. Ada karakter yang menjadi polisi moral dan sangat mengganggu. Sayangnya, dia karakter utama. Di luar itu, karakter lain bermain sangat apik dan bisa membangun emosi yang diperlukan. Kadang ada momen-momen lucu muncul untuk menetralisir ketegangan dan hebatnya tidak merusak mood yang ingin ditampilkan.


Suka dengan adegan perang yang brutal tapi realistis, maka Overlord cocok untuk menemani weekend Anda mencari film yang menghibur. Sekali lagi, Abrams dan kru berhasil memberikan film yang sederhana dalam cerita tapi memberi kesan.