Saat taman bermain impian kita jadi kenyataan
Setiap anak-anak tentu senang dengan mengunjungi taman
bermain. Komidi putar, roller-coaster, bianglala, dan masih banyak permainan
penuh imajinasi. Tidak hanya itu, gula-gula, permen, cokelat, dan popcorn ada
di mana-mana. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun dijamin suka.
Wonder
Park mungkin perwujudan dari mimpi semua anak kecil, di mana
taman bermain khayalan mereka menjadi kenyataan. Namun, seperti mimpi yang
harus terus dipupuk, saat imajinasi mulai ditinggalkan, taman bermain tersebut
pun akan lenyap.
Wonder
Park mengisahkan June yang memiliki imajinasi tinggi.
Bersama sang ibu, ia membuat taman bermain yang diisi berbagai wahana seru dan
menakjubkan. June menjadikan boneka-boneka miliknya sebagai pengelola taman
tersebut. Ada simpanse Peanut yang bertindak sebagai desainer wahana; Boomer,
beruang biru yang menyambut para pengunjung; Steve, landak yang bertugas menjaga
keamanan taman; Greta, babi hutan yang menjadi tangan kanan Peanut; dan
sepasang berang-berang kembar yang menjadi teknisi taman. Suatu hari, Ibu June
jatuh sakit dan harus dirawat di tempat yang jauh. June pun mulai melupakan taman
bermain imajinasinya. Namun, benarkah itu semua hanya khayalan?

Film persembahan Paramount Animation dan Nickelodeon
Movies ini menyajikan tema yang ringan. Berbeda dari film Disney-Pixar atau
Dreamworks yang memiliki pesan moral sangat kuat, Wonder Park terasa lebih ringan. Nuansa suram dalam film ini hanya
ditampilkan dalam bentuk kilasan cepat saat Ibu June jatuh sakit dan harus
meninggalkan rumah untuk pengobatan. Sekilas, mengingatkan kita pada kilasan di
film UP.
Selebihnya, film berjalan cepat dan ringan. Tidak
banyak momen ekstrim yang menyeramkan atau menegangkan. Lelucon-leluconnya pun
muncul dari kelucuan para hewan saat menghadapi serangan Chimpanzombie. Film
ini juga tidak memiliki sosok antagonis yang kentara. Hanya dikisahkan bahwa
muncul kegelapan di langit Wonder Park dan mengubah semua boneka Peanut menjadi
Chimpanzombie. Penyelesaian film ini pun dibuat mudah sehingga anak-anak pun
paham.
Jika Anda bosan dibombardir dengan Captain Marvel, menyaksikan Wonder Park bisa menjadi selingan
menarik. Mengingatkan kita bahwa mimpi anak-anak adalah hal yang penting di
dunia.
