Biri-biri bandel dan kawanannya kembali ke layar lebar.
Kawanan biri-biri bandel, namun kocak dengan pemimpin
mereka yang cerdas kembali dalam kisah Shaun
the Sheep terbaru. Mengetengahkan judul Farmageddon,
kali ini Shaun dan kawan-kawannya membantu alien kecil kabur dari kejaran
pemerintah dan pulang ke planet asalnya. Dengan segala tingkah laku mereka yang
ajaib, akankah alien ini pulang dengan selamat?
Animasi Shaun
the Sheep yang sempat tayang di
salah satu stasiun TV memang berbeda disbanding animasi-animasi modern lainnya.
Pasalnya, kisah kehidupan di sebuah peternakan ini memakai teknik stop-motion dan bukannya CGI. Teknik ini
jelas lebih sulit karena membutuhkan puluhan bahkan ratusan frame hanya untuk adegan berdurasi
beberapa detik. Jadi, bisa dibayangkan kesulitan tim produksi saat membuat film
berdurasi 87 menit.

Kisahnya memang ringan dan para penonton juga pasti
tahu bagaimana ending-nya. Uniknya,
film produksi Studio Canal+ ini sama sekali tidak memiliki dialog. Suara
tokoh-tokohnya hanya berupa embikan biri-biri, kokok ayam, kuikan babi, dan suara-suara
khas hewan lainnya. Untuk karakter manusia pun, suara mereka dibuat seperti
sedang bergumam. Meski begitu, penonton tahu makna yang ingin disampaikan.
Keunikan ini tentunya menyenangkan bagi anak-anak
kecil yang mungkin masih belum terbiasa dalam membaca teks di layar bioskop.
Mereka bisa lebih fokus dalam menikmati cerita dan kelucuan para biri-biri
bandel tersebut. Shaun the Sheep:
Farmageddon jelas ditujukan sebagai tontonan keluarga karena siapa pun bisa
menikmatinya.
