Zombieland: Double Tap – Empat Negara Bagian Kembali Melawan Zombie

by Dwi Retno Kusuma Wardhany

Zombieland: Double Tap – Empat Negara Bagian Kembali Melawan Zombie
EDITOR'S RATING    

Masih dengan pemeran yang sama, namun dengan kegilaan berbeda

Kisah mengenai zombie tidak harus selalu dibuat kelam seperti Resident Evil, World War Z, atau 28 Days Later. Ada juga film-film nyeleneh yang tetap menghadirkan zombie pemakan otak manusia, namun dengan gaya penceritaan yang lebih ringan dan mampu mengundang tawa. Sebut saja Shaun of the Dead (2004) atau Zombieland (2009). Film yang terakhir ini pun tidak kalah mendapat sambutan hangat layaknya Shaun of the Dead karena diperankan empat aktor/aktris yang kemampuan aktingnya sudah tidak perlu diragukan lagi: Woody Harrelson, Jesse Eisenberg, Emma Stone, dan Abigail Breslin.

Kisah kini bergulir 10 tahun setelah film pertamanya. Wichita (Stone) dan Columbus (Eisenberg) sudah menjalin hubungan. Bersama Tallahassee (Harrelson) dan Little Rock (Breslin), mereka tinggal di Gedung Putih dan menjadikan istana kepresidenan ini sebagai markas. Suatu hari, Columbus melamar Wichita yang berakibat kaburnya wanita ini bersama Little Rock karena tidak siap terikat dalam komitmen. Di tengah kesedihannya, Columbus bertemu Madison (Zoey Deutch) salah satu penyintas yang tinggal di ruang pendingin sebuah mal. Mengira semua berjalan normal, suatu malam Wichita kembali dan memberi tahu bahwa Little Rock hilang bersama seorang pria hippie bernama Berkeley untuk mencari sebuah tempat tinggal aman Babilonia. Kelompok aneh ini pun terpaksa keluar dari tempat persembunyian mereka dan melakukan perjalanan mengarungi dunia yang penuh zombie sekali lagi.

Sekuel tidak selamanya dianggap gagal menyamai pendahulunya. Buktinya adalah Zombieland: Double Tap ini. Masih menghadirkan pemain yang sama, film ini berhasil menyajikan petualangan yang tidak hanya lucu, tapi juga seru dan menegangkan. Zombienya masih terlihat sama mengancamnya dengan zombie-zombie di Resident Evil, bahkan beberapa mengalami mutasi dan menjadi kuat. Namun, di tengah-tengah serangan, mereka juga sibuk mengurus kehidupan masing-masing, seperti hubungan percintaan, keinginan remaja yang ingin mencari teman sepantaran, hingga krisis identitas. Semua permasalahan itu hadir secara halus sehingga tidak merusak jalannya cerita.


Beberapa karakter tambahan pun dihadirkan untuk menciptakan konflik, seperti Madison, Berkeley (Avan Jogia), Nevada (Rosario Dawson), Albuquerque (Luke Wilson), hingga Flagstaff (Thomas Middleditch). Meski ada beberapa yang hanya muncul dalam waktu singkat, tapi keunikan karakternya meninggalkan kesan dan tidak mudah dilupakan. Yang jelas mencuri perhatian adalah Zoey Deutch sebagai Madison, penyintas bodoh yang sempat dipacari Columbus. Ulahnya yang aneh mampu mengundang tawa dan menjadi pemanis di film ini, selain tentunya Stone sebagai Wichita yang galak.

Untuk kalian yang tidak suka darah, Zombieland: Double Tap mungkin akan mual karena kekerasan dan darah yang berceceran. Namun, jika menyaksikan film pertamanya, sayang jika tidak dilanjutkan dengan menyaksikan sekuelnya. Bisa dibilang, ini merupakan sekuel terbaik dari sebuah film zombie yang bahkan lebih menarik daripada film pertamanya.


Artikel Terkait