Sentuhan James Cameron sangat terasa
HATI-HATI,
REVIEW INI MUNGKIN MENGANDUNG MILD
SPOILER
Butuh waktu 28 tahun bagi James Cameron untuk kembali
menangani saga Terminator setelah Terminator
2: Judgment Day. Tiga film setelah Judgment
Day, yaitu Terminator 3: Rise of the
Machines, Terminator Salvation, dan Terminator
Genisys, sama sekali tidak digubris Cameron, bahkan dianggap tidak ada.
Padahal, para pemerannya bukanlah aktor-aktris kelas dua. Ada Claire Danes,
Christian Bale, Bryce Dallas Howard, Sam Worthington, Jai Courtney, hingga
Emilia Clarke. Bahkan, Arnold Schwarzenegger pun sempat kembali muncul di
Genisys. Namun, Cameron beranggapan bahwa bukan ini alur kisah yang ia inginkan
dalam saga Terminator. Untuk itu, kini muncullah Terminator: Dark Fate yang “mengoreksi” timeline dari tiga film di atas.
Dani (Natalie Reyes) merasa dirinya hanya seorang
buruh pabrik yang bukan siapa-siapa saat muncul sebuah robot berwujud pria yang
hendak membunuhnya. Namun, pertolongan datang dari Grace yang sepertinya paham
apa yang terjadi sebenarnya. Bersama Grace (Mackenzie Davis), Dani pun mencari
jawaban atas apa yang menimpa dirinya dengan bantuan Sarah Connor (Linda
Hamilton) dan seorang kawan lama.
Dark
Fate dibuka dengan adegan yang membuat kita terkenang akan Judgment Day dan mengubah semua timeline yang terjadi setelahnya.
Setelah itu, film berjalan tanpa basa-basi. Tidak ada penjelasan ulang soal
siapa itu Sarah Connor, John Connor, atau alasan mereka dikejar-kejar robot
pembunuh. Film ini ditujukan untuk mereka yang memang mengikuti kisah saga Terminator,
bukan pemula. Jika baru menyaksikan film ini dan tidak paham, silakan tonton
kembali Terminator 1 dan 2.

Kembalinya Cameron ke posisi produser dan memilih Tim
Miller (Deadpool) sebagai
sutradaranya seperti memang yang dibutuhkan oleh saga Terminator untuk
melanjutkan kisahnya yang mulai tidak masuk akal. Sekuens-sekuens aksi yang
disajikan benar-benar membuat kita menahan napas saking tegangnya.
Kejar-kejaran di jalan raya antara Dani dan Grace dengan robot Rev-9 yang super
gigih mengingatkan kita pada adegan Judgment
Day saat John dan Sarah dikejar T-1000. Efek spesial mungkin sudah tidak
lagi menjadi jualan film ini. Namun, para penonton masih disuguhkan dengan rasa
gregetan yang sama seperti saat
menyaksikan Judgment Day karena robot
yang tidak mati-mati.
Menyaksikan Hamilton dan Schwarzenegger kembali
beraksi dalam satu layar benar-benar memberi kesan nostalgic. Meski keduanya sudah sama-sama tua dan tidak terlalu
banyak melakukan adegan aksi tingkat tinggi dibanding Mackenzie Davis, namun
tidak dapat dipungkiri bahwa nyawa saga Terminator memang ada pada keduanya. Karismatik
menjadi kata sifat yang tepat untuk menggambarkan kehadiran mereka sebagai
Sarah Connor dan T-800. Tidak perlu nama terkenal untuk memerankan Dani dan
Grace. Namun, inilah yang membuat kita bisa lebih fokus dengan filmnya
alih-alih sibuk memikirkan akting si aktor atau aktris.
Pencinta saga Terminator, khususnya kita yang besar
dengan kekaguman terhadap Terminator 2:
Judgment Day, rasanya wajib menonton Dark
Fate. Dijamin puas.
