UNHINGED: Saat Manusia Sudah Mencapai Batasnya

by Takdir

UNHINGED: Saat Manusia Sudah Mencapai Batasnya
EDITOR'S RATING    

Kisah drama menegangkan senggol bacok mantan Gladiator yang sadis

Siapapun pasti pernah merasakan masalah hidup yang bertumpuk. Ketika disenggol sedikit, langsung meledak alias senggol bacok. Seringkali beban hidup itu dilampiaskan ketika berkendara dan menjadi ugal-ugalan atau ketika diserempet jadi murka dan mengajak berkelahi. Ini adalah kejadian yang sudah lumrah di kota besar, terutama di negara maju. Itulah tema film ini yang sayangnya terlalu pendek untuk mengeksplorasi kenapa orang bisa sampai berkelakuan tidak ada akhlak di jalan raya. Padahal, banyak hal menarik yang bisa diulik soal kenapa orang biasa bisa meledak sampai merusak dan mengganggu orang lain. Tapi, porsi besar film ini ada pada ketegangan dan kesadisan.

 

Istilah “unhinged” sendiri bisa berarti orang yang lepas kendali akan emosinya, seperti daun pintu yang sudah lepas engselnya. Itulah yang dialami seorang pria tanpa nama (Russel Crowe dalam versi tambun). Hanya ada satu petunjuk soal kenapa pria ini menjadi gila di jalan, yakni pernikahannya yang tidak berakhir bahagia. Di awal film, sudah dimunculkan kegilaan pria ini, yakni masuk ke rumah mantan istrinya dan membunuh serta membakar rumah.

 



Hanya karena tidak sengaja berpapasan di jalan raya dengan Rachel (Caren Pistorius), pria ini semakin menjadi-jadi. Menguntit Rachel, bahkan mengambil smartphone-nya dan melakukan hal-hal di luar akal sehat seperti mengancam dan merusak kehidupan Rachel. Padahal, Rachel hanyalah orang biasa yang juga punya masalah. Dia adalah seorang ibu muda yang sedang dalam proses perceraian, masih harus mencari uang agar bisa hidup, dan mengantar anaknya ke sekolah.

 

Dari segi kejutan dan ketegangan film ini bisa dikatakan juara. Banyak adegan kekerasan yang tidak disangka. Napasnya mungkin sama dengan Falling Down dan Changing Lanes, yakni orang "biasa" yang meledak karena “disenggol” dalam kejadian sehari-hari. Sutradara Derrick Borte mampu menghadirkan ketegangan dan aksi mencekam di jalan raya serta adegan-adegan sadis lainnya yang tidak disangka. Drama kehidupan sehari-hari ini ditulis oleh Carl Ellsworth (Disturbia, The Last House on the Left) sehingga terasa bahwa kehidupan sehari-hari yang awalnya terlihat menjemukan bisa berubah jadi mencekam.



 

Sayangnya, kritik sosial yang hendak disampaikan kurang dieksplorasi sehingga penonton hanya mendapatkan ketegangan tabrak-tabrakan serta kejar-kejaran di jalan raya (yang tetap brutal). Dari segi akting, Crowe tidak mengecewakan. Dia mampu menampilkan manusia yang jiwanya terganggu. Namun, porsi paling besar dalam film ini ada pada Caren Pistorious yang menjadi Rachel dan harus bertahan hidup dari serangan orang gila seperti ini. Film ini bisa menjadi pengingat bahwa siapa saja bisa stres lalu melampiaskannya dengan brutal di jalanan.