Jason Statham kembali dipersatukan dengan Guy Ritchie untuk balas dendam
Nama Jason Statham tentunya menjadi jaminan bahwa film
yang dibintanginya akan penuh aksi dan kekerasan. Tambahkan nama Guy Ritchie
sebagai sutradaranya, maka kita akan dapat film dengan tema biasa, namun diramu
menjadi sesuatu yang tidak biasa. Itulah yang dihadirkan Ritchie lewat Wrath of Man.
Mengisahkan seorang pria bernama Harry “H” Hill yang
melamar kerja ke sebuah perusahaan pengamanan uang tunai. Lolos tes masuk dengan
nilai rata-rata, H ternyata memiliki kemampuan yang jauh lebih tinggi dari itu.
Namun, sosoknya yang misterius mengundang tanda tanya bagi orang-orang di
sekitarnya. Siapakah Hill dan apa motifnya masuk ke perusahaan tersebut?
Jangan khawatir, semua pertanyaan akan terjawab seiring
durasi film berjalan. Meski temanya balas dendam, namun Ritchie menghadirkan alur
yang tidak linear. Memiliki beberapa segmen dan tiap segmen berfokus pada timeline yang berbeda sebelum pada
akhirnya mengerucut pada satu kejadian. Meski kisahnya tergolong klise, namun
jangan meleng sedikit saja karena
kita mungkin akan sedikit kebingungan meski alur yang disajikan jauh lebih
mudah dipahami daripada Tenet.

Meski diproduksi Amerika, namun ciri khas Ritchie tentu
tidak serta-merta hilang. Pengambilan adegan dengan zoom, sudut kamera yang tidak biasa, dan kelompok thugs yang mengingatkan kita akan geng-geng
Inggris tentu masih tetap ada. Beberapa hal memang tidak dijelaskan, salah
satunya latar belakang masing-masing karakter. Mungkin, Ritchie menyerahkan itu
kepada interpretasi penonton sendiri. Menjelang akhir pun, ada beberapa bagian
yang terasa dipercepat dan meninggalkan plot
hole meski itu bukan masalah bagi sebagian besar penonton yang ingin
Statham segera menuntaskan dendamnya.
Bisa dibilang, ini adalah film one man show seperti yang sudah tersirat di posternya. Statham
beraksi sendirian untuk membalas dendam, mengingatkan kita dengan beberapa film
bertema serupa. Aktor dan aktris lain terkesan numpang lewat saja. Mungkin,
yang bisa diberi kredit lebih adalah Scott Eastwood yang di sini kebagian
menjadi musuh utama. Meski begitu, lupakan perkelahian dengan tangan kosong yang
mungkin sudah ditunggu-tunggu sebagian besar penonton karena Statham di film
ini tidak perlu bersusah-payah berkelahi, cukup menembak dengan pistol atau
senapan.
Dengan kisahnya yang sederhana, aksi menarik, dan
tentunya penceritaan unik ala Guy Ritchie, Wrath
of Man bisa menjadi pilihan hiburan bagi yang lelah bekerja dan ingin
menonton film ringan.
