Violent Night: Rayakan Natal dengan Semangat Kekerasan

by Redaksi

Violent Night: Rayakan Natal dengan Semangat Kekerasan
EDITOR'S RATING    

Momen saat Bapak Natal menghajar musuhnya dengan brutal

Hari Natal identik dengan film-film yang menghangatkan hati. Contohnya, seri Home Alone yang seakan jadi tontonan wajib di akhir tahun, Nightmare Before Christmas, How The Grinch Stole Christmas, dan masih banyak lagi. Unsur keluarga dan keajaiban Natal wajib ada di setiap film. Kini, tambahkan satu lagi unsur yang hadir dalam film Natal: kekerasan.

Berlatar belakang malam Natal, keluarga Lightstone yang kaya-raya berkumpul di mansion milik sang ibu. Ada pasangan suami-istri, Jason dan Linda, bersama anak mereka, Trudy. Lalu, ada pula Alva dengan kekasihnya, Morgan, dan anaknya, Bert. Meski saling cerca dan hina, mereka berencana merayakan hari Natal sebagai keluarga. Namun, sekelompok pencuri membunuh para pelayan dan pengawal serta menyandera Keluarga Lightstone demi mendapatkan uang $300 juta yang ada di lemari besi bawah tanah. Hanya satu orang yang tidak mereka perhitungkan kehadirannya, Santa Klaus.

Jika sebagian besar film Natal diperuntukkan sebagai hiburan yang bisa dinikmati seluruh keluarga, tidak halnya dengan Violent Night. Tingkat kekerasannya tidak tanggung-tanggung: kepala pecah, darah berhamburan, benda tajam menancap di tubuh, tulang patah, sebut saja. Segala jenis kekerasan ada di sini. Karena itu, jelas ini tontonan yang memang ditujukan untuk orang dewasa yang suka aksi dan kekerasan.


Saat menonton Home Alone, kita masih bisa tertawa dengan jebakan yang dipasang Kevin. Dua penjahat yang berniat merampok rumah bocah cerdas ini (di film pertama) atau menangkapnya di sebuah apartemen yang sedang direnovasi dikerjai habis-habisan dengan segala macam peralatan. Tapi, jebakan di film ini benar-benar menggambarkan rasa sakit dan kekerasan yang terjadi. Bukan sekadar parodi atau lucu-lucuan. Bukannya tawa, kita malah akan ngilu dan menutup mata saat melihatnya. Tapi, memang itulah yang sebenarnya terjadi dengan segala jebakan Kevin. Ini hanya visualisasi nyata, tanpa diperhalus agar mendapat rating SU. 

Jelas, ujung tombakViolent Night adalah David Harbour. Dengan tubuhnya yang besar, ia terlihat pantas memerankan Santa Klaus. Di satu sisi, ia bisa tampak ramah pada anak yang baik, tapi di satu sisi, ia juga bisa jadi sosok garang yang tidak segan-segan menghancurkan kepala lawan. Salah satu hal yang unik dari film ini adalah munculnya backstory seorang Santa Klaus. Meski tidak dieksplor secara mendalam, tapi terasa memberikan sesuatu yang baru.

Ingat, dari judulnya saja, sudah tergambar isi film ini. Jadi, tonton film ini sendirian dan nikmati setiap momen seorang Bapak Natal menghajar musuh dengan brutal.


Artikel Terkait