Lagu-lagu indah mengiringi perjalanan Whitney Houston yang kelam
Kisah mengenai perjalanan Whitney Houston dalam menapaki kesuksesan dan tenggelamnya ke dalam narkoba memang sudah sepatutnya jika diangkat menjadi kisah biopik. Menjadi salah satu penyanyi wanita tersukses dan banyak mencetak hits, hidup Houston, seperti banyak bintang besar lainnya, tidak selamanya seterang kariernya. Itu semua coba diangkat dalam film berjudul I Wanna Dance with Somebody ini.
Disutradarai oleh Kasi Lemmons dengan naskah ditulis Anthony McCarten, yang kemarin sukses menghadirkan biopik Queen lewat Bohemian Rhapsody, I Wanna Dance with Somebody mengisahkan sosok Whitney Elizabeth Houston, atau yang lebih dikenal dengan nama Whitney Houston, dari seorang penyanyi gereja hingga akhirnya menandatangani kontrak dengan Arista Records dan menghasilkan berbagai lagu hits. Namun, kesuksesan tersebut rupanya tidak diimbangi dengan kehidupan yang baik. Pernikahannya dengan Bobby Brown hancur hingga sang ayah yang menghabiskan uangnya.
Dengan durasi 146 menit, film ini berjalan sedikit cepat dari awal hingga pertengahan. Berbagai batu loncatan dalam karier Houston dihadirkan, seperti saat lagu-lagu yang ia nyanyikan menempati puncak tangga lagu Billboard, muncul di Super Bowl, hingga saat ia mendapat tawaran bermain film The Bodyguard yang mempertemukannya dengan Kevin Costner. Beberapa lagu yang sudah familiar pun muncul, seperti "I Wanna Dance with Somebody" dan "I Will Always Love You."
Sayangnya, memasuki paruh pertengahan hingga akhir, film terasa melambat dengan lebih fokus pada kerusakan rumah tangga Houston-Bobby Brown dan hancurnya hubungan ayah-anak Whitney-John. Tidak hanya itu, penonton pun dibuat bingung dengan timeline perjalanan karier Houston karena terasa tidak runut. Berbeda dengan biopik sejenis, seperti Bohemian Rhapsody atau Elvis.

Tidak hanya itu, banyak hal yang tidak disinggung atau dibahas mendalam di film ini, seperti KDRT yang dilakukan Bobby terhadap Whitney, hubungan Costner dan Whitney yang terjalin setelah The Bodyguard, bahkan persaingannya dengan Mariah Carey seakan dikesampingkan. Dengan durasi yang cukup lama, tapi banyak poin yang dihilangkan, rasanya agak disayangkan.
Meskipun begitu, penampilan Naomi Ackie sebagai penyanyi kelahiran New Jersey, 9 Agustus 1963 ini patut diacungi jempol. Semua gestur dan mimik Houston saat bernyanyi dihadirkannya sehingga membuat penonton seakan melihat penyanyi ini hadir kembali. Penampilan prima juga dihadirkan Stanley Tucci sebagai Clive Davis dan Tamara Tunie sebagai Cissy Houston (ibu Whitney).

Namun, berbeda dengan Bohemian Rhapsody yang bisa diterima berbagai kalangan, baik tua mau pun muda, meski mengangkat biopik penyanyi besar, tapi I Wanna Dance with Somebody bisa jadi lebih dinikmati oleh mereka yang tumbuh di tahun 80-90an, sementara anak-anak milenial tentunya tidak terlalu atau bahkan tidak kenal sama sekali.
Dengan hadirnya film-film biopik dari musisi kenamaan, bisa jadi di masa mendatang, kita akan melihat biopik penyanyi terkenal lain dengan hidup yang kontroversial, seperti Kurt Cobain, Amy Winehouse, Sid Vicious, dan tentu saja yang paling ditunggu adalah biopik Michael Jackson. Pasti penasaran, kan?
