It Lives Inside: Teror Entitas Jahat dari Budaya India

by Redaksi

It Lives Inside: Teror Entitas Jahat dari Budaya India
EDITOR'S RATING    

Di Amerika sendiri, remaja yang bersinggungan dengan dunia mistis sudah sering dijadikan tema sebuah film. Ada yang tidak sengaja, ada pula yang sengaja mencari gara-gara dengan mengontak dunia mistis dan panik saat situasi di luar kendali. Kali ini, satu lagi film horor dengan premis seorang remaja mengalami kejadian mistis. Uniknya, kisah yang diangkat kental dengan budaya India dan Hindu dengan mengambil judul It Lives Inside.

Berkisah tentang gadis keturunan India bernama Samidha, atau Sam, yang tinggal di Amerika. Sang ibu sendiri masih belum melupakan akarnya dengan tetap berbicara bahasa Hindi, merayakan hari keagamaan, dan membuat masakan India. Namun, di matanya, Sam sudah berubah total dan semakin menjauh dari budaya India. Suatu hari, sahabat masa kecil Sam, Tamira, memohon Sam untuk mendengarkan masalah yang menimpanya. Namun, Sam menganggap Tamira sudah hilang akal dan malah menjatuhkan toples kaca yang temannya itu selalu bawa ke mana-mana. Dari sinilah bencana berawal karena ternyata ada entitas jahat yang terbebas seiring pecahnya toples tersebut dan memburu Sam untuk diambil jiwanya.


Memadukan budaya India dengan tema horor khas Amerika bisa dibilang adalah hal yang baru. Kita yang terbiasa melihat kekurangajaran remaja-remaja Amerika dalam bersinggungan dengan dunia arwah kini dibawa melihat entitas yang memang diyakini ada oleh umat Hindu. Bukan lagi kumpulan remaja tanggung yang mencoba-coba mengusik dunia lain, karakter Samidha justru malah diteror karena kesalahannya sendiri. Bagi kita yang tumbuh besar dengan mitos dan larangan tentunya akan merasa familiar dengan kisah yang diangkat.

Kengerian di It Lives Inside dibangun perlahan dengan sorot mata di kegelapan atau bayangan-bayangan samar. Membuat kita semakin penasaran, tapi juga ketakutan. Ini juga didukung dengan ekspresi setiap karakter. Tidak perlu sering memperlihatkan penampakan, cukup bikin saja karakter tampak sangat takut dari sorot mata. Dijamin, penonton pun akan merasa tidak nyaman dan ikut merasakan atmosfer kengerian yang ada di layar. 


Namun, ending film ini bisa dibilang masih menyisakan beberapa pertanyaan yang tidak terjawab. Misalnya, bagaimana entitas tersebut bisa muncul di Amerika? Bagaimana pemilihan korbannya? Apakah entitas ini bisa dikendalikan oleh remaja? Dan, mungkin sebagian pertanyaan yang ditangkap penonton lain, tapi luput dari penglihatan kami. Pace-nya yang lambat dan minim penampakan pun bisa jadi akan membuat penonton yang terbiasa menyaksikan horor ramai hantu atau dengan plot cerita cepat akan bosan. Meski tidak terlalu menggedor jantung, tapi untuk kita yang ingin mencoba horor dengan balutan budaya India, It Lives Inside patut dicoba.

   





Artikel Terkait