The Marvels: Lebih Tinggi, Lebih Cepat, tapi Tidak Lebih Bagus

by Redaksi

The Marvels: Lebih Tinggi, Lebih Cepat, tapi Tidak Lebih Bagus
EDITOR'S RATING    

Film yang tidak punya jiwa

Marvel Studios sedang berpikir keras bagaimana membangkitkan lagi euforia yang hilang pasca Avengers Endgame. Setelah pendahulunya gagal, kini giliran para wanita dari The Marvels yang mengemban beban tersebut. Hasilnya bisa dibilang tidak berhasil. Film ini bergerak cepat, tapi tidak meninggalkan bekas apa pun di kepala penonton. Bisa dibilang, tayang cuma untuk menjalankan kewajiban sebagai pelanjut plot di semesta Marvel, setelah itu menunggu waktu untuk masuk OTT. Benar-benar film yang tidak punya jiwa sebagai film yang berdiri sendiri.

Ada tiga karakter cewek kuat di film ini yang masing-masing sudah dikenalkan lewat film ataupun serial Marvel di Disney+. Captain Marvel, Ms. Marvel, dan Photon alias Monica Rambeau. Di sini, mereka terjebak dalam satu ikatan yang membuat mereka berpindah saat menggunakan kekuatan. Bisa dibilang, inilah satu-satunya hal seru dalam film ini: melihat mereka berpindah-pindah dan adegan yang tegang bercampur dengan kelucuan yang absurd. Kamala Khan (Ms. Marvel) yang termuda di antara semuanya, justru karakter yang paling mencuri perhatian. Dia dan keluarganya benar-benar menjadi spotlight di antara deretan muka-muka lama di dunia MCU.


Karakter villain di semesta Marvel sudah biasa tanpa latar belakang yang jelas dan motivasi yang lemah, jadi tidak perlu kita bahas lebih lanjut. Namun, di The Marvels, tokoh utamanya pun terlihat ogah-ogahan untuk menjadi superhero. Brie Larson sepertinya tidak berniat melanjutkan peran Captain Marvel sehingga dari aktingnya tidak ada pengembangan. Bahkan, karakter Captain Marvel di sini lebih ke karakter pendamping untuk Kamala dan Monica yang jelas sekali diberi porsi lebih untuk berkembang. Bahkan untuk Kamala, sebuah adegan di ujung film memberi petunjuk kalau perannya akan lebih besar lagi ke depannya.

Untuk menutupi akhir yang biasa saja, tim penulis memperbanyak peran Goose alias si kucing oyen. Tujuannya, apa lagi kalau bukan menarik hati pecinta kucing dengan keimutan dari Goose. Bahkan, kucing lucu ini punya peran penting di akhir cerita yang lebih signifikan dari kehadiran Nick Fury dan cameo kejutan lain di film ini. Untungnya, after credit di film ini cukup berbobot dan membuat penasaran. Walau cuma satu, tetapi yakinlah ini akan membuat fans Marvel di mana pun  akan semangat kembali menatap film-film Marvel berikutnya.