Miller's Girl: Pencarian Inspirasi yang Membawa Kontroversi

by Redaksi

Miller's Girl: Pencarian Inspirasi yang Membawa Kontroversi
EDITOR'S RATING    

Sedang buntu ide? Buatlah kontroversi

Bagi seorang penulis, writer's block alias buntu saat menulis adalah momok yang menakutkan. Karena, dari kebuntuan itu bisa ada dua jalur: kembali terinspirasi dan menulis lagi atau berhenti sama sekali. Karena itu, demi memecah kebuntuan, biasanya para penulis akan melakukan hal-hal yang tidak biasa untuk mendatangkan ide. Namun, bagaimana kalau pencarian inspirasi tersebut malah berbuah kontroversi? Itulah yang diangkat dalam Miller's Girl, film drama yang dibintangi pemain muda Jenna Ortega dan Martin Freeman.

Jonathan Miller adalah seorang penulis yang kini beralih profesi menjadi guru penulisan kreatif di sebuah SMA. Ia sempat menerbitkan buku, namun berhenti akibat mendapat kritik pedas dan kini kesehariannya selain mengajar adalah mendukung sang istri yang juga seorang penulis. Di tengah hari-harinya yang berjalan normal, muncul Cairo Sweet yang mengikuti kelasnya. Gadis ini langsung menarik perhatian Miller karena cerdas, berpengetahuan luas tentang literatur, dan terutama sudah membaca dan hafal buku yang Miller tulis. Dengan cepat, hubungan guru-murid ini perlahan berubah mengarah ke situasi yang lebih intim. Miller sadar bahwa kondisi ini sangat buruk dan ia bisa kehilangan semua yang dimilikinya, tapi apa itu sepadan?

Dari dulu sampai sekarang, tema mengenai cinta terlarang antara guru dan murid memang cukup kontroversial. Selain karena umumnya jarak usia yang terpaut cukup jauh, situasi ini juga menyalahi aturan sekolah dan etika. Dalam Miller's Girl pun tidak terkecuali. Cairo yang awalnya menjadikan Miller sebagai subjek untuk esainya sebagai syarat mendaftar ke Yale pelan-pelan malah jatuh cinta dengan gurunya tersebut.


Perkembangan karakter Cairo pun bisa dibilang menarik. Awalnya, ia hanya gadis kesepian yang tinggal di sebuah rumah besar. Teman dekatnya hanya seorang gadis bernama Winnie. Saat sedang mencari tema penulisan esai "Pencapaian Terbesar Sampai Saat Ini", Winnie mengusulkan untuk menggoda Miller dan, entah bagaimana caranya, menjadikan itu "sebuah pencapaian". Di sinilah, karakter Cairo berubah. Dari yang awalnya ragu mengikuti saran Winnie, ia pun memberanikan diri mencoba dan pada akhirnya terjebak dalam permainannya sendiri.

Dengan premis kontroversial seperti ini, jelas ujung tombak film ini ada di dua pemeran utamanya. Jenna Ortega sebagai Cairo Sweet tampil berkarakter. Kuat dan seduktif, tapi di satu sisi, juga bisa terlihat rapuh. Martin Freeman juga mampu menghadirkan sosok Jonathan Miller yang terlihat baik-baik saja di luar, namun sebenarnya memendam keinginan untuk dihargai dan menemukan itu semua dari Cairo. Rasanya jika kedua cast ini diganti, Miller's Girl belum tentu akan semenarik ini. 

Kebuntuan memang hal yang tidak bisa dihindari oleh penulis. Namun, apakah lantas kita bisa menghalalkan segala cara demi mendapat inspirasi, bahkan ke hal-hal yang kontroversial sekali pun?