Nelayan pembunuh kembali, kali ini meneror para Gen Z
Membangkitkan franchise lama menjadi jalan Hollywood untuk membuat penonton lama terpikat, tapi di satu sisi juga menggaet market penonton Gen Z. Untuk itu, syaratnya hanya dua: judul yang pernah populer di kalangan milenial dan cross over antara cast lama dan baru. Formula ini sendiri sudah berhasil diterapkan di X-Men: Days of Future Past, franchise Scream, hingga Jurassic World: Dominion. Maka, tidak ada salahnya menerapkan hal yang sama untuk salah satu film slasher yang terkenal pada masanya, I Know What You Did Last Summer.
Danica, Ava, Milo, dan Teddy adalah empat sahabat. Mereka berkumpul lagi di musim panas, tepatnya 4 Juli, untuk merayakan pesta pertunangan Danica dan Teddy. Sebelum berangkat ke jalan di tebing yang disebut sebagai tempat yang pas untuk melihat kembang api, keempatnya mengajak Stevie, seorang kawan lama yang kebetulan membantu di pesta Danica. Tidak disangka, malam indah tersebut berakhir tragis saat sebuah mobil kecelakaan akibat ulah Teddy yang sedang teler. Sepakat bahwa itu bukan kesalahan mereka, kelimanya pun segera kabur dan berniat untuk merahasiakan kejadian ini. Namun, pepatah bahwa "dosa akan terus mengejar selamanya" memang benar adanya karena tepat setahun kemudian, ancaman dan teror mulai berdatangan, bahkan hingga merenggut nyawa.
Bagi generasi milenial, I Know What You Did Last Summer dan Scream adalah dua film slasher yang wajib masuk dalam kamus mereka. Kesuksesan keduanya bahkan melahirkan sekuel hingga kini "diturunkan" ke generasi berikutnya. Namun sayang, plot yang dihadirkan dalam versi 2025 ini tidak membawa hal yang baru dari versi 1997. Situasinya masih sama: sekelompok anak muda yang, karena kecerobohan mereka, membuat seseorang kecelakaan. Takut disalahkan, mereka memutuskan kabur, namun malah mendapat teror dari sosok berbaju dan topi nelayan dengan kait di tangan yang membunuhi mereka satu per satu. Memang, elemen slasher menjadi salah satu keunggulan dari film thriller remaja era '90-an. Berusaha menghidupkannya kembali di masa sekarang jelas akan membawa nostalgia, namun itu harus dibarengi dengan cerita yang tidak hanya itu-itu saja. Franchise Scream masih mengusung plot yang sama, namun dengan cerita yang mengikuti perubahan zaman sehingga tetap menarik untuk diikuti dan seru. I Know What You Did Last Summer (2025) ini sayangnya tidak mengikuti pola itu.

Selain masih mengedepankan cerita setipe, salah satu kekurangan film ini adalah deretan cast yang nyaris tidak terkenal. Kita tentu masih ingat bahwa empat sahabat di versi 1997 adalah aktor dan aktris muda yang namanya sedang berkibar saat itu: Jennifer Love Hewitt, Freddie Prinze Jr., Ryan Phillipe, dan Sarah Michelle Gellar. Sayangnya, hal itu tidak diulang di versi 2025. Namun, sepertinya studio produksi film ini sadar bahwa daya tarik utamanya bukan pada pemain Gen Z, tapi kemunculan kembali dua muka lama, yaitu Hewitt (sebagai Julie James) dan Prinze Jr. (sebagai Ray Bronson). Itu terlihat dari bagaimana film ini diarahkan sehingga ujungnya akan memberi kita potensi sekuel yang memunculkan kembali tokoh-tokoh lama. Excited? Kalau digarap dengan baik dan cerita yang lebih seru, mungkin akan menarik untuk ditunggu.
Untuk slasher-nya sendiri, terasa lebih "kalem" untuk ukuran Gen Z. Kalau dibandingkan Until Dawn, misalnya, yang memperlihatkan pembunuhan, bacok-membacok, dan darah secara eksplisit atau film-film sejenis lainnya, I Know What You Did Last Summer tidak banyak mengumbar itu semua. Kalau kalian sudah terbiasa dengan film-film gore dan slasher, film ini terasa "soft spoken". Sementara, untuk yang belum terbiasa, I Know What You Did Last Summer bisa jadi perkenalan untuk genre teenage slasher yang sempat booming dulu.
Pada akhirnya, meski bukan salah satu remake slasher terbaik, namun I Know What You Did Last Summer sukses menjadi ajang nostalgia, terutama untuk kita yang sudah lama tidak melihat bintang-bintang muda '90-an di layar lebar. Jika memang sekuelnya jadi dibuat ke depannya, mereka harus belajar dari Scream agar franchise ini tetap segar dan menarik ditonton meski lintas generasi.
