Penonton boleh saja menonton film ini karena faktor Reza dan Rianti, namun pada akhirnya, ada sesuatu yang dibawa (pulang). Sebuah pengetahuan mengenai Srimulat itu sendiri
Sebagai penyuka film, mungkin agak aneh jika Layar-Tancep (LT) tidak terlalu menyukai genre komedi. Sarana hiburan bagi LT untuk tertawa saat ini hanya dari sebuah acara variety show terkenal di negeri ginseng (ehem). Ini dikarenakan hanya ada beberapa film yang bisa meledakkan tawa LT secara konsisten dari awal. Maka, ketika LT diundang untuk menonton Finding Srimulat di acara "Meet The Legend", sebuah acara yang mempertemukan Srimulat dengan para comic (sebutan untuk para pelaku stand up comedy) di Kineforum pada hari Minggu, 7 April 2013 kemarin, LT tidak menaruh ekspektasi tinggi, walau sudah banyak yang memuji-muji film ini di linimasa twitter.
Finding Srimulat berkisah mengenai Adi (Reza Rahadian) dan Astrid (Rianti Cartwright), sepasang suami istri yang tengah meniti impian mereka. Semua nampak sempurna, apalagi dengan rencana persalinan Astrid yang tinggal beberapa minggu lagi. Sayang, proyek Adi di EO tempatnya bekerja dibajak oleh JoLim (Fauzi Baadilah), membuat nasibnya kini berada di ujung tanduk. Di tengah kegalauannya, Adi secara tidak sengaja bertemu dengan Kadir (Kadir). Adi yang sangat mengagumi Srimulat sejak masa kecilnya, begitu bersemangat untuk membuat sebuah pagelaran khusus untuk Srimulat. Setelah berhasil meyakinkan anggota Srimulat yang lain seperti Mamiek, Jojon, Tessy, hingga Bu Djujuk, usaha Adi pun mulai mengalami berbagai kesulitan. Akan berhasilkah Adi membuat pagelaran Srimulat, dengan semua rintangan yang menghadang?
Secara sekilas, film ini memang menawarkan sebuah sajian drama dengan sentuhan komedi, namun pada kenyataannya lebih dari itu. Ini bukan hanya sebuah film drama-komedi, ada balutan sejarah dengan segala nostalgia dan kisah perjuangan mengharukan di dalamnya. Dan terlihat sekali betapa dalamnya riset yang dilakukan oleh Charles Gozali dan timnya mengenai Srimulat. LT memang tidak akrab dengan budaya komedi tradisional ini ketika kecil dulu, namun itu tidak berarti LT kesulitan untuk mencerna lawakan yang dihadirkan di dalamnya. Kalian yang menyaksikan film ini dijamin tidak akan bisa berhenti tertawa, dan itulah tujuan dari sebuah film komedi, bukan?
Harus diakui, secara alur cerita Finding Srimulat memang terkesan sederhana, namun ketika cerita sederhana ini bisa dieksekusi dengan baik, dan membuat penonton tidak sekali pun memikirkan kekurangan-kekurangan yang ada di dalamnya, ini berarti film itu berhasil menghibur. Dengan mulus penonton digiring dengan alur cerita yang memuat banyak fakta sejarah mengenai Srimulat itu sendiri, dan dengan banyaknya sub-plot yang ada, tidak lantas membuat filmnya kehilangan fokus. Justru, sub-plot yang ada ini sangat mendukung alur keseluruhan filmnya. Belum lagi dengan lawakan jenaka dari para tokoh Srimulat yang dilakukan secara spontan, membuat tawa berderai-derai, sekaligus menghujam karena yang diutarakan bukan lawakan ringan tanpa makna, tapi ada banyak kritik sosial. Membuat LT tertawa terbahak-bahak sambil berpikir, "Iya juga ya!"
Dari segi akting, para anggota Srimulat nampak tidak begitu kesulitan berperan sebagai dirinya sendiri, dengan begitu banyak keunikan karakteristik diri mereka. Namun yang mengejutkan justru ada ketika Tessy dan Gogon memerankan sebuah adegan drama. Kalian harus menonton sendiri untuk bisa percaya betapa dahsyatnya akting mereka. Dan belum pernah saya menonton sebuah film komedi yang membuat saya tertawa-tawa sambil menangis. Mengerikan, dalam arti yang sangat positif.
Secara keseluruhan, Finding Srimulat adalah sebuah film yang terlihat ringan namun begitu kompleks di dalamnya. Bukan hanya itu, ini adalah sebuah komedi satir yang menghujam banyak orang tanpa terasa getir dan pahit. Dan Charles Gozali berhasil dengan visinya, bahwa penonton boleh saja menonton film ini karena faktor Reza dan Rianti, namun pada akhirnya, ada sesuatu yang dibawa (pulang). Sebuah pengetahuan mengenai Srimulat itu sendiri. Dan semoga saja akan ada sekuel-sekuel selanjutnya, karena masih banyak hal dari Srimulat yang bisa digali lebih dalam. Karena Srimulat itu bagaikan komodo, hanya ada di Indonesia dan sebuah keajaiban dunia. Maka sudah sepantasnya kita lestarikan, bukan?
