Baca review kami tentang film dokumenter dari konser Sigur Ros, yang akan mengajak kalian ke dunia mimpi yang absurd nan indah, sama seperti musik mereka!

Negara : Islandia (2011)
Genre : Music Documentary
Sutradara : Vincent Morriset
Pemeran : Jon Thor Birgisson, Orri P. Dyrason, Georg Holm
Ketika menyebut nama Sigur Ros, mungkin ada banyak orang yang akan bertanya, “Apaan tuh?”. Atau mungkin, ada yang langsung tersenyum lebar mendengarnya. Pada kenyataannya, dengan semakin canggihnya teknologi (berterima kasihlah pada youtube!) berbanding lurus dengan semakin banyaknya penikmati musik band ini. Band yang terbentuk pada tahun 1994 ini berasal dari Reykjavik, Islandia ini terkenal karena genre musiknya yang tidak biasa, sebuah percampuran dari post rock, ambient, dengan dream pop jelas-jelas bukan musik yang mudah dinikmati banyak orang. Namun toh nyatanya sekarang jumlah fans mereka semakin bertambah banyak.
Sutradara Vincent Morriset, yang sebelumnya juga menyutradarai Mirror Noir (2008), dengan jelinya melihat potensi besar yang tersimpan dalam band ini dan mendokumentasikannya ke dalam sebuah film musik dokumenter. Direkam saat konser Sigur Ros di Alexandra Place, London pada tahun 2008, dan mengambil judul yang sama dengan judul album mereka, Inni yang dirilis di tahun 7 November 2011.

Pertama-tama, jangan mengharapkan film dokumenter ini layaknya film dokumenter yang biasanya. Morriset dengan piawai menangkap esensi dari Sigur Ros sendiri. Filmnya dishot dengan angle-angle yang tidak umum. Biasanya dalam sebuah film dokumenter musik, yang disorot adalah kemeriahan konser, interaksi sang artis dengan para penggemar, atau cerita di balik layar, namun jangan harapkan hal yang sama ada di film ini.
Dengan warna hitam putih selama kurang lebih 74 menit , Morisset merekam proses dari masing-masing anggota band dalam memainkan alat musik mereka. Dengan begini justru penonton bisa melihat betapa rumit dan kompleksnya proses di balik musik mereka yang begitu kaya di telinga. Dan dengan suara angelic falsetto¬ dari Birgisson, penonton seolah terhipnotis dan masuk ke dalam dunia yang sureal dan bagaikan mimpi. Praktis, selama film ini mengudara, saya sebagai penonton begitu larut ke dalam mimpi yang absurd namun indah. Sebuah pengalaman menonton yang sama sekali baru.

Bagi sebagian orang yang masih bertanya apa itu Sigur Ros, bahkan setelah menonton film ini, pertanyaan itu bisa saja belum terjawab dengan tuntas. Terutama dengan mood lagu-lagu mereka yang terdengar begitu desperate, bukan tidak mungkin malah membuat mereka semakin bingung. Tapi buat penggemar mereka, film Inni jelas-jelas merupakan sebuah perpaduan sempurna antara keunikan musik dari Sigur Ros dan visualisasi bagaikan mimpi yang begitu terhipnotis.
Inni : Sigur Ros ini merupakan salah satu film dokumenter yang ditayangkan di Europe on Screen. Film ini akan kembali ditayangkan pada tanggal 12 Mei 2013 di Goethehaus, Jakarta. Don't miss it!

.jpg)