Pre-Opening Erasmusindocs: Trashed

by dr. kawe


Pre-Opening Erasmusindocs: Trashed

Pada tanggal 11 November 2013, Indonesia kedatangan salah satu aktor ternama asal Inggris, Jeremy Irons. Bukan untuk syuting, melainkan diundang sebagai bintang tamu sekaligus menghadiri premiere pemutaran film dokumenter di mana dirinya duduk sebagai produser eksekutif, Trashed. Disutradarai oleh Candida Brady, film ini sekaligus menjadi film pre-opening untuk acara Erasmusindocs yang berlangsung mulai 12-16 November 2013.

Bertempat di Erasmus Huis, acara ini dihadiri pula oleh beberapa tokoh masyarakat, seperti Megawati Soekarnoputri, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, serta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Tidak hanya itu, beberapa tamu negara juga tampak hadir, seperti Duta Besar Belanda untuk Indonesia dan Kartika Sukarno dari Kartika Sukarno Foundation. Beberapa artis pun terlihat turut hadir, seperti Olga Lidya yang malam itu bertindak sebagai MC dan Nadine Chandrawinata.

Suasana menjelang pemutaran Trashed

Layaknya sebuah dokumenter yang kerap mengangkat isu sosial, Trashed sesuai judulnya berfokus pada persoalan sampah. Ternyata, sampah merupakan masalah yang tidak hanya menjadi momok di negara berkembang, seperti Asia, tetapi juga negara maju seperti Inggris, Amerika, dan lain-lain. Bila Indonesia masih berkutat mengenai kedisiplinan masyarakatnya untuk membuang sampah pada tempatnya dan pengolahan TPA (Tempat Pembuangan Akhir), Jeremy Irons yang juga bertindak sebagai narator dalam Trashed mengemukakan bahwa masalah di negara maju adalah pengolahan sampah yang ternyata efeknya berdampak buruk tidak hanya terhadap lingkungan sekitar, namun juga kesehatan warga sekitar.

Trashed menyorot penggunaan insinerator yang membakar sampah dalam suhu tinggi sehingga hanya tinggal menyisakan abu. Namun, permasalahan kembali muncul ketika abu yang dihasilkan ternyata malah mengandung dioksin, sebuah zat berbahaya yang dapat masuk ke tubuh manusia dan menetap di sana. Parahnya lagi, dioksin hanya dapat dikeluarkan oleh perempuan yang sedang mengandung dengan cara memindahkannya ke tubuh sang bayi. Karena itu, Irons yang berkeliling dari satu negara ke negara lain menunjukkan dampak buruk dioksin seperti yang ada di warga Vietnam. Pada masa Perang Vietnam, Amerika Serikat menyemprot hutan dengan semacam cairan yang mengandung dioksin untuk mematikan jalur para pemberontak. Dampak itu baru terasa kini dengan banyaknya anak-anak yang lahir cacat karena di dalam tubuh orangtua mereka mengandung dioksin.

Jokowi ketika berdialog dengan Jeremy Irons

Setelah menyaksikan pemutaran, para wartawan dan tamu undangan dipersilakan bertanya kepada Irons yang maju ke depan. Suasana riuh sempat terdengar kala Irons yang ditanya mengenai cara menanggulangi masalah sampah di Jakarta oleh seorang relawan asing meminta Jokowi yang menjawab karena beliau merasa bahwa bukan ranahnya untuk menjawab pertanyaan ini.

Aktor yang sudah malang melintang di dunia perfilman dan teater ini sempat mengungkapkan bahwa gaya hidupnya sempat berubah setelah melakoni syuting Trashed, namun kini ia kembali ke gaya hidupnya semula. Meskipun begitu, ia selalu meminta kepada sutradara ketika syuting untuk tidak menggunakan botol plastik dan menggantinya dengan drinking fountain. Acara pun kemudian ditutup dengan foto bersama Jeremy Irons dengan para petinggi negara yang hadir.

 

Jeremy Irons menyempatkan diri berfoto untuk Layar-Tancep

 

Artikel Terkait