Pemenang XXI Short Film Festival

by dr. kawe


Pemenang XXI Short Film Festival

 

Akhirnya, selesai juga gelaran XXI Short Film Festival. Ditutup di Studio 1 Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, acara malam yang dihelat pada 21-24 Maret 2013 meriah dengan kehadiran para undangan, finalis, media, Indonesia's Film Directors Club (IFDC), hingga aktor dan aktris ternama. Acara yang dimulai pukul setengah 9 malam ini langsung dibuka oleh kata sambutan dari Festival Director XXI Short Film Festival, Ibu Catherine Keng. Tampil menawan dengan mengenakan dress berwarna silver, Ibu Catherine mengungkapkan sukacitanya kepada seluruh tamu yang memadati Studio 1. "Tidak penting apakah kalian juara atau tidak. Bagi kami, para finalis yang karyanya berhasil diputar di layar XXI seluruhnya merupakan juara," ungkap Ibu Catherine yang disambut dengan tepuk tangan. Sambutan kedua sendiri hadir dari Bapak Ahman Sya sebagai perwakilan dari Ibu Mari Elka Pangestu selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Menurutnya, acara seperti ini patut terus diadakan karena dapat menjadi wadah untuk kreativitas anak muda, khususnya dalam bidang perfilman.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan para pemenang. Dimulai dari Film Pendek Favorit Pilihan Penonton yang dibawakan oleh Wulan Guritno dan Andi F. Noya. Berhasil keluar sebagai pemenang adalah Wan An karya Yandi Laurens yang mengisahkan percakapan antara sepasang lansia mengenai kematian. 

Berikutnya, beberapa sutradara muda Indonesia yang tergabung dalam IFDC  di antaranya Joko Anwar, Lance Mengong, dan Robert Ronny maju untuk mengumumkan Film Pendek Terbaik Pilihan IFDC. Pilihan jatuh kepada Monica Vanesa Tedja dengan How to Make a Perfect XMas Eve.

 

Pemenang Film Pendek Terbaik Pilihan IFDC

 

Berikutnya, giliran media yang memberikan suara. Terpilih malam itu sebagai pemenang untuk kategori Special Mention Dokumenter adalah Sebongkah Asa di Sambirata karya Heri Afandi. Sementara, Honey, I'm Home yang disutradarai Dosy Omar menjadi Film Pendek Dokumenter Terbaik Pilihan Media. Di kategori animasi, Special Mention diberikan kepada Keripik Sukun Mbok Darmi karya Heri Kurniawan dan Moriendo besutan Andrey Pratama berhasil terpilih sebagai Film Pendek Animasi Terbaik Pilihan Media. Dari kategori fiksi naratif, Special Mention diberikan kepada Boncengan buah karya Senoaji Julius dan Film Pendek Fiksi Naratif Terbaik jatuh kepada Wan An. Double score untuk Yandi Laurens.

Setelah juri media, kini tiba saatnya pengumuman dari juri official. Dimulai dari kategori dokumenter, film pendek yang menyorot mengenai fenomena 4l4y di kalangan anak muda Surabaya alias Salah Gaul mendapat sambutan riuh kala diumumkan sebagai pemenang Special Mention di kategori ini. Sementara, untuk pemenang utamanya, Jadi Jagoan a la Ahok karya Amel Hapsari dan (alm.) Chandra Tanzil berhasil memukau dewan juri.

 

Pemenang Film Pendek Animasi Terbaik

Untuk kategori animasi, Special Mention diberikan kepada Sang Supporter karya Wiryadi Dharmawan dari Surabaya, sementara pemenang utamanya adalah Keripik Sukun Mbok Darmi.

Akhirnya, sampailah pada acara yang ditunggu-tunggu, yaitu pengumuman pemenang Film Pendek FIksi Naratif Terbaik. Naik ke atas panggung untuk membacakan nominasi sekaligus memberikan hadiah adalah Hanung Bramantyo dan Lola Amaria. Sayang sekali, Ifa Isfansyah harus berhalangan hadir. Dan, setelah menahan napas sejenak, Yandi Laurens berhasil mencetak hattrick untuk ketiga kalinya karena Wan An berhasil keluar sebagai pemenang. Sebagai penutup, diputarlah tiga film pendek yang berhasil menang di tiga kategori di atas.

 

Pemenang Film Pendek Fiksi Naratif Terbaik

Artikel Terkait