Ghostbusters: Para Penangkap Hantu Siap Kembali Membawa Jelata ke Dunia Gaib nan Menggelikan

by Mr. P

Ghostbusters: Para Penangkap Hantu Siap Kembali Membawa Jelata ke Dunia Gaib nan Menggelikan
EDITOR'S RATING    

Kisah para penangkap hantu kembali dengan visi yang lebih segar dan komedi yang lebih mengocok perut.

Proyek lanjutan dari film Ghostbusters sudah lama sekali didengungkan untuk dibuat. Namun banyaknya masalah yang terjadi membuat realisasinya menjadi hampir mustahil. Apalagi original cast dari film terdahulunya tampak ogah-ogahan untuk kembali ditambah meninggalnya salah satu personil utama franchise ini, yaitu Harold Ramis membuat Sony memutuskan untuk me-reboot franchise ini. Lebih dari 20 tahun berlalu sejak terakhir kali franchise sukses ini wara-wiri di layar lebar. Sekarang dengan tim yang baru Columbia Pictures dan Sony siap untuk membuat sukses kembali seri komedi gaib ini.

Sebagai langkah awal sutradara komedi andal Paul Feig didapuk untuk duduk di kursi sutradara dengan Katie Dupold dipanggil untuk membuat cerita tentang reboot ini. Ghostbusters reboot ini memutuskan untuk mengubah jajaran para pemburu hantunya menjadi wanita. Maka sudah pasti pemain langganan Feig, Melissa McCarthy, jadi pemeran utama. Ditambah rekannya, seperti Kristen Wiig, Kate McKinnon, dan Leslie Jones maka jadilah kumpulan baru para pemburu hantu.

Adalah Dr. Erin Gilbert (Wiig) seorang fisikawan yang bersama teman baiknya Dr. Abby Yates (McCarthy) yang juga fisikawan mencoba membuktikan secara ilmiah bahwa dunia gaib itu memang ada. Sayangnya, karya mereka dicemooh publik dan ini berimbas pada karier mereka masing-masing. Namun, berawal dari sebuah fenomena di sebuah tempat hiburan yang menunjukkan fenomena hantu itu ternyata memang ada, mereka pun bertekad dengan usaha sendiri untuk memangkap hantu tersebut dan memperlihatkannya pada dunia.

Terusir dari kampus tempat mereka bekerja, Erin dan Abby memutuskan untuk menyewa tempat sendiri dan mendirikan Divisi Penyelidikan Metafisika di atas sebuah restoran Tiongkok dengan peralatan seadanya. Mereka pun mempekerjakan seorang resepsionis tampan, tapi dungu bernama Kevin (Hemsworth) yang hanya peduli pada ketampanan dirinya. Berbekal peralatan yang dibuat oleh Jillian Holtzmann (McKinnon) merekapun mulai berhasil menangkapi hantu-hantu yang muncul di New York, tapi ada apa di balik fenomena munculnya hantu-hantu tersebut?

Secara komedi, film ini berhasil mencapai ekspektasi yang diharapkan dengan baik. Duet McCarthy dan Wiig berhasil mengocok perut penonton dengan tingkah laku dan dialog-dialog mereka yang memang lucu. Segala keabsurdan para pemburu hantu ini berhasil membuat penonton melupakan ceritanya yang memiliki banyak plot hole di mana-mana. Film ini lucu, titik. Dan, memang itulah kekuatan utama film ini. Selain itu, banyaknya cameo dari pemain film terdahulu memberikan nuansa nostalgia pada penggemar seri aslinya.

Film ini cukup seru disaksikan dalam format 3D, di mana banyak sekali scene yang memanjakan mata. Warna-warni kilau cahaya dari para hantu sangat menarik dipadukan dengan efek tiga dimensi memberi kesan pop out yang asyik. Bagi Jelata yang mengharapkan cerita kompleks, maaf sekali, tapi kalian tidak akan menemukan hal tersebut di film ini. Ghostbusters sangat ringan dan mengikuti pola tiga babak dengan sangat runut sehingga yang Jelata perlukan hanya duduk dan tonton sambil tertawa. Pastikan pula Jelata tidak beranjak sampai credit title berakhir untuk sebuah scene yang memberi petunjuk bagi kemungkinan sekuel film ini.

Artikel Terkait