Power Rangers Buktikan Siapapun Bisa Jadi Jagoan

by Prima Taufik

Power Rangers  Buktikan Siapapun Bisa Jadi Jagoan
EDITOR'S RATING    

Setelah dua dekade berlalu akhirnya Zordon merekrut lima remaja tanggung untuk melindungi kota dari Rita Repulsa, berhasilkah mereka?

 
Diangkatnya kembali Power Rangers ke layar lebar adalah sebuah langkah yang beresiko tinggi. Dengan penanganan yang buruk maka film ini akan menjadi ladang caci maki serta tumpahan amarah para fans yang dulu setia mengikuti serialnya di setiap minggu pagi. Namun Saban selaku pemilik merek Power Rangers sudah memikirkan semuanya masak-masak termasuk dengan menggaet Dean Israelite (Project Almanac) yang terbukti bisa mengarahkan film remaja dengan memuaskan. Hasil kerja mereka sudah tayang di bioskop dengan respon beragam, tapi dari kami hasilnya sangat memuaskan.
 
Mencoba dengan pendekatan yang lebih menonjolkan gejolak dan ekspresi tingkah serta perilaku remaja alih-alih dengan isu superheronya, Power Rangers tidak hanya memberikan penontonnya cerita yang solid tapi juga penggalian karakter yang lebih mendalam. Seluruh film seperti sebuah proses dimana penonton diajak untuk mengenal dulu siapa para remaja ini sebelum akhirnya diberi suguhan yang membuat para fans bertepuk tangan meriah. Memang film ini tentu tidak sempurna dengan segala keterbatasannya, tetapi hasilnya bisa membuat yang menonton keluar dengan puas. Pace film yang terjaga dari awal hingga akhir membuat penonton bisa tetap antusias walau minim aksi.
 
 
Menggamit para pemain yang belum terkenal tentu saja merupakan langkah riskan. Tetapi, Israelite sudah melakukan langkah tepat dengan memilih Dacre Montgomery sebagai Jason, Naomi Scott sebagai Kimberly, RJ Cyler sebagai Billy, Ludi Lin sebagai Zack, dan Becky G. sebagai Trini. Kelimanya memberikan penampilan yang bagus dan natural sebagai remaja yang mempunyai masalah, tapi bisa bersatu dan mengesampingkan ego masing-masing. Jangan lupakan juga penampilan Elizabeth Banks (The Hunger Games) sebagai Rita Repulsa dan Bryan Cranston (Breaking Bad) sebagai Zordon yang memberikan akting terbaik mereka. Semua permain dapat jatah yang pas dan mereka punya latar yang cukup untuk tidak hanya sekadar sebagai tempelan semata.
 
Banyak referensi mengenai pop culture yang dilontarkan sepanjang film dan ini akan membuat mereka yang mengerti tertawa atau tersenyum simpul. Tribut untuk seri Power Rangers yang dulu juga beberapa kali ditampilkan, kalian yang dulu merupakan fans setia pasti bisa menebak apa saja itu saat menontonnya nanti. Satu hal yang menjadi keunggulan utama film ini adalah logika. Israelite sebagai sutradara dengan jeli memasukkan beberapa adegan yang mungkin terlihat konyol, tapi menjadi penting karena ada sebab-akibatnya kenapa itu terjadi. Semua berproses tidak tiba-tiba terjadi dan itu bagus.
 
 
Jika saja Saban mendapat sokongan dana yang lebih besar mungkin saja kita akan melihat aksi pertempuran yang lebih cihuy antara Megazord melawan Goldar. Namun untuk sekarang rasanya cukup dan saya berharap film ini akan ada sekuelnya dengan aksi yang lebih wow. Apalagi jika melihat petunjuk yang diberikan lewat after credit scene. Bagi kalian yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga atau kawan di minggu ini Power Rangers bisa menjadi hiburan yang tepat dan jangan lupa ke gerai donatnya setelah nonton ya! :)