Wonder Suguhkan Keajaiban Manis yang Inspiratif

by Irna Gayatri

Wonder Suguhkan Keajaiban Manis yang Inspiratif
EDITOR'S RATING    

Chbosky sukses membawa novel best seller karya R.J. Palacio menjadi film drama keluarga yang hangat.

Sudah lama saya tak menemukan film keluarga yang begitu menyentuh tanpa mencoba terlalu melodramatis. Menyentuh, namun di satu sisi tetap menyenangkan untuk diikuti. Wonder garapan Stephen Chbosky is just wonderful. Wonder menginspirasi dengan menyentuh nilai-nilai penting dalam kehidupan: cinta, keluarga, dan persahabatan. Wonder tak mengeksploitasi kesedihan. Sebaliknya, film ini justru menghadirkan kebahagiaan sesungguhnya di tengah kemelut yang kadang hadir dalam kehidupan.


Tanpa mencoba menggurui, Chbosky menghadirkan kisah Auggie, seorang anak yang berbeda karena memiliki wajah yang unik berkat operasi yang berkali-kali dijalaninya sejak dia lahir. Awalnya, Chbosky membuat semua berpikir bahwa film ini adalah kisah tentang Auggie semata. Namun, pandangan itu akan segera berubah karena ini adalah film tentang Auggie dan orang-orang di sekitarnya yang sedikit banyak terpengaruh dengan keberadaan Auiggie.


Auggie tak pernah mencoba menginspirasi siapa pun. Namun, tanpa sadar, keberadaannya adalah inspirasi terbaik yang bisa didapatkan orang-orang di sekitarnya. Jacob Tremblay berperan dengan brilian, menyentuh dengan pemikiran polosnya dan tingkah manisnya yang tak dibuat-buat. Julia Roberts dan Owen Wilson sebagai Isabel dan Nate Pullman adalah pasangan suami-istri yang berbahagia, berhasil membangun keluarga paling pengertian di dunia. Izabela Vidovic sebagai Olivia “Via” Pullman berhasil jadi kakak yang pengalah. Kisah keluarga yang hangat ini mampu menjadi teman terbaik menjelang liburan natal.




Auggie spesial, namun Wonder menunjukkan bahwa semua orang spesial dengan caranya sendiri. Semua menghadapi masalah yang meski tak sama, tetap menjadi sorotan dalam kehidupan masing-masing. Namun, yang paling penting adalah saling memahami dan menghargai. Auggie tak begitu saja diterima, namun dia juga tak sekuat itu untuk berjuang di tengah ejekan yang dilontarkan teman-temannya di sekolah. Biar bagaimana pun, Auggie tetaplah anak biasa yang menjadi luar biasa tanpa dia sadari. Meski begitu, melihat dunia dari sudut pandang Augiie sangatlah menyenangkan. Anak-anak memang memiliki dunianya sendiri dan Wonder menunjukkan hal itu dengan kepolosan yang alami.


Orang-orang di sekitar Auggie berusaha jujur, namun menjadi jujur saja bukan perkara mudah. Via tak jujur mengenai betapa dia juga ingin diperhatikan dalam keluarganya. Jack Will (Noah Jupe) tak jujur betapa ia begitu ingin berteman dengan Auggie hanya karena dia tetap ingin terlihat keren di antara Julian dan teman-teman lainnya. Julian (Bryce Gheisar) pun tak jujur bahwa sesungguhnya dia hanya iri melihat Auggie yang sangat jauh berbeda dengannya, tapi bisa mendapat perhatian semua orang.


Setiap kisah hadir dengan nuansa spesial. Film ini tak membiarkan porsi orang-orang di sekitar Auggie menjadi tak penting. Karena ingin menunjukkan bagaimana Auggie menginspirasi orang-orang di sekitarnya, film ini memberikan porsi yang pas untuk mengeksplorasi pengalaman yang menjadi latar belakang karakter lain. Tak ada yang kurang atau berlebih, semuanya pas.




Auggie mungkin memang terlahir untuk menjadi pusat perhatian, dan jujur saja kemunculan Chewbacca dan Darth Sidious adalah cara cerdas memunculkan khayalan polos anak-anak. Namun, menjadi pusat perhatian bukanlah satu-satunya yang penting. Wonder memberikan sudut pandang yang menarik soal penerimaan. Auggie ingin diterima teman-temannya, namun menyadari arti teman sejati yang sebenarnya saat anjingnya tiada. Via berusaha menerima keadaan dirinya yang seakan tidak mendapat perhatian yang cukup dari orang tuanya sejak kedatangan Auggie dalam kehidupannya. Meski begitu, Via menerima bahwa dia menyayangi adiknya melebihi apa pun dan tak ingin menambah beban keluarganya dengan mengeluhkan keadaannya sekarang.


Karakter sampingan seperti Miranda (Danielle Rose Russell) dan Justin (Nadji Jeter) pun berusaha diterima. Dalam hal ini, Miranda harus berpura-pura menjadi orang lain. Justin pun berusaha diterima oleh Via dan memberikan segala kebaikan yang dibutuhkan Via. Semua tentang penerimaan yang manis.

Wonder menjadi film keluarga yang manis, hangat, dan menginspirasi. Film ini digarap oleh Chbosky berdasarkan naskah ditulis oleh Jack Thorne, Steve Conrad, dan Chbosky sendiri. Film ini diadaptasi dari novel karya R.J. Palacio berjudul sama yang terbit pada 2012, menyoroti kisah seorang anak yang menderita sindrom Treacher Collins dan berusaha diterima oleh orang-orang di sekitarnya. Dan Wonder pun berhasil menceritakan manisnya penerimaan tersebut dengan cara yang menyentuh.