Despicable Me 3 Kurang Mampu Manjakan Penonton

by Dwi Retno Kusuma Wardhany

Despicable Me 3 Kurang Mampu Manjakan Penonton
EDITOR'S RATING    

Gru dan Dru tampil sama menyebalkannya, untunglah Minions sekali lagi menjadi penyelamat.

Tidak pelak lagi, franchise Despicable Me sudah menjadi ladang uang bagi Illumination Entertainment. Betapa tidak, dari tiga film yang sudah rilis, termasuk spin-off para Minions, studio ini sudah meraup pendapatan sekitar $2 miliar lebih. Tidak heran jika petualangan Gru, anak-anaknya, dan para minion diperpanjang. Kali ini, turut melibatkan “pemain baru”, yaitu Dru, saudara kembar Gru. Lucy, yang di film keduanya diceritakan menjalin asmara, kini sudah menjadi istri Gru.

Dikisahkan seorang penjahat bernama Balthazar Bratt berniat mencuri permata mahal, namun berhasil digagalkan Gru. Sayangnya, akibat kegagalan Gru menangkap Bratt, ia dan Lucy dipecat dari pekerjaannya. Untuk melupakan kondisi tersebut, keduanya mengajak Margo, Edith, dan Agnes menemui Dru, saudara kembar yang sama sekali tidak Gru ketahui keberadaannya hingga sekarang ini. Dari sinilah, muncul konflik seperti usaha Dru mengajak kembali Gru ke jalan kejahatan hingga usaha Gru mencuri kembali permata dari Bratt.

Agak berbeda dari film kedua, kali ini Minion bisa dibilang sama sekali tidak dieksploitasi. Kehadiran mereka yang hanya selintas-selintas menjadi adegan yang cukup menghibur dengan tingkah dan ucapan yang kocak. Mulai dari lomba karaoke yang mustahil hingga menjadi penghuni penjara. Sayangnya, keunggulan Despicable Me 3 bisa dibilang hanya dari segi itu saja.


Lelucon yang ditampilkan masih terlalu dewasa untuk dimengerti anak-anak. Namun, berbagai adegan atau celetukan yang sedianya dimaksudkan untuk menyasar penonton dewasa pun ternyata tidak sanggup menimbulkan gelak tawa. Karakter Dru sama menyebalkannya dengan Gru, mulai dari tingkah laku hingga cara berbicara.

Bisa dibilang, konflik yang ingin dihadirkan dalam Despicable Me 3 terlalu ramai. Konflik saudara kembar yang bertemu kembali setelah belasan tahun terpisah, usaha Lucy menjadi ibu yang baik bagi ketiga anak Gru, hingga keinginan Agnes untuk menemukan unicorn. Semua itu berusaha dihadirkan dalam durasinya yang tergolong singkat sehingga terasa seperti tempelan belaka.

Sebagai film pertengahan tahun di saat anak-anak sedang liburan, perilisan Despicable Me 3 memang tepat. Minions belum kehilangan daya tariknya. Namun, bagi orang dewasa yang berharap banyak dari film ini, mungkin akan kecewa.