Gru dan Dru tampil sama menyebalkannya, untunglah Minions sekali lagi menjadi penyelamat.
Tidak
pelak lagi, franchise Despicable Me sudah
menjadi ladang uang bagi Illumination Entertainment. Betapa tidak, dari tiga
film yang sudah rilis, termasuk spin-off para
Minions, studio ini sudah meraup pendapatan sekitar $2 miliar lebih. Tidak
heran jika petualangan Gru, anak-anaknya, dan para minion diperpanjang. Kali
ini, turut melibatkan “pemain baru”, yaitu Dru, saudara kembar Gru. Lucy, yang
di film keduanya diceritakan menjalin asmara, kini sudah menjadi istri Gru.
Dikisahkan
seorang penjahat bernama Balthazar Bratt berniat mencuri permata mahal, namun
berhasil digagalkan Gru. Sayangnya, akibat kegagalan Gru menangkap Bratt, ia
dan Lucy dipecat dari pekerjaannya. Untuk melupakan kondisi tersebut, keduanya
mengajak Margo, Edith, dan Agnes menemui Dru, saudara kembar yang sama sekali
tidak Gru ketahui keberadaannya hingga sekarang ini. Dari sinilah, muncul
konflik seperti usaha Dru mengajak kembali Gru ke jalan kejahatan hingga usaha
Gru mencuri kembali permata dari Bratt.
Agak
berbeda dari film kedua, kali ini Minion bisa dibilang sama sekali tidak
dieksploitasi. Kehadiran mereka yang hanya selintas-selintas menjadi adegan
yang cukup menghibur dengan tingkah dan ucapan yang kocak. Mulai dari lomba
karaoke yang mustahil hingga menjadi penghuni penjara. Sayangnya, keunggulan Despicable Me 3 bisa dibilang hanya dari
segi itu saja.
![]()
Lelucon
yang ditampilkan masih terlalu dewasa untuk dimengerti anak-anak. Namun,
berbagai adegan atau celetukan yang sedianya dimaksudkan untuk menyasar
penonton dewasa pun ternyata tidak sanggup menimbulkan gelak tawa. Karakter Dru
sama menyebalkannya dengan Gru, mulai dari tingkah laku hingga cara berbicara.
Bisa
dibilang, konflik yang ingin dihadirkan dalam Despicable Me 3 terlalu ramai. Konflik saudara kembar yang bertemu
kembali setelah belasan tahun terpisah, usaha Lucy menjadi ibu yang baik bagi
ketiga anak Gru, hingga keinginan Agnes untuk menemukan unicorn. Semua itu
berusaha dihadirkan dalam durasinya yang tergolong singkat sehingga terasa
seperti tempelan belaka.
Sebagai
film pertengahan tahun di saat anak-anak sedang liburan, perilisan Despicable Me 3 memang tepat. Minions
belum kehilangan daya tariknya. Namun, bagi orang dewasa yang berharap banyak
dari film ini, mungkin akan kecewa.
