Despicable Me 4: Masih Agak Lucu Meski Cerita Mulai Monoton

by Redaksi

Despicable Me 4: Masih Agak Lucu Meski Cerita Mulai Monoton
EDITOR'S RATING    

Dari penjahat, Gru kini jadi kepala keluarga

Keunikan keluarga Gru dan kegilaan tingkah Minion rasanya adalah formula yang pas untuk dihadirkan dalam rangka liburan sekolah. Meski makin ke sini terlihat bahwa kreatornya sudah mulai kehabisan ide, tapi yang jelas semua masih menantikan kelucuan pasukan kuning penggila pisang yang siap sedia membantu tuannya dalam melakukan berbagai kegiatan. Untuk itu, di bulan Juli ini, bertepatan juga dengan musim panas di Amerika, dihadirkan film keempat dari petualangan Gru dan keluarganya melalui Despicable Me 4. Kali ini, Gru akan melawan Maxime Le Mal, musuhnya dulu saat masih sekolah yang berniat mencelakakan ia dan keluarganya karena dendam lama.

Gru dan tiga minionnya (Ron, Phil, dan Ralph) datang ke reuni sekolah Gru, Lycée Pas Bon, untuk menangkap salah satu penjahat yang sudah diincar AVL, Maxime Le Mal. Maxime yang mengubah dirinya menjadi serangga berhasil ditangkap, namun masih sempat melontarkan ancaman bahwa ia akan membalas dengan mencelakakan Gru dan keluarganya. Kehidupan Gru yang tenang bersama Lucy, Margo, Edith, Agnes, dan Gru Jr. sontak berubah saat Silas Ramsbottom, pimpinan AVL yang sudah pensiun, muncul di rumah mereka dan mengatakan bahwa Maxime berhasil kabur dari penjara dan berniat mencari keberadaan Gru. Demi menjaga keluarganya tetap aman, Gru pun membawa mereka tinggal di rumah aman AVL dan mengubah nama serta profesinya. Apakah ia berhasil membuat keluarganya aman dari kejaran Maxime? 

Despicable Me 4 bisa dibilang sudah cukup jauh dari pakem film pertamanya, di mana Gru seharusnya adu cerdas dengan penjahat lain untuk melakukan kejahatan terbesar sepanjang masa dengan bersenjatakan berbagai gawai canggih. Namun, makin ke sini, rupanya tim produksi Despicable Me lebih memilih cerita yang kids friendly dan tentu saja mengedepankan kelucuan dan kegilaan Minion, terlepas bahwa mereka sudah punya film sendiri. Dikarenakan sudah bergabung dengan Anti-Villain League (AVL), Gru kini lebih "kalem" dengan aksinya. Tidak banyak gadget aneh nan unik yang ia keluarkan. Bagi yang sudah mengikuti filmnya dari pertama, mungkin akan sedikit kecewa karena temanya yang unik malah berubah menjadi premis klise yang sudah sering diangkat dalam film animasi: keluarga.


Tidak hanya itu, dengan Gru yang di-tone down menjadi family man, otomatis penjahatnya pun juga tidak dibuat cukup mengancam. Selain mengincar keluarga Gru, tidak ada lagi kejahatan yang dilakukan Maxime Le Mal. Dengan kemampuannya yang bisa berubah menjadi serangga yang gesit, rasanya aneh jika Maxime tidak punya keinginan untuk menguasai dunia. Valentina, pasangan Maxime, pun mungkin salah satu sidekick di dunia animasi yang tidak ada fungsinya, apalagi Valentina diisi suara oleh Sofia Vergara. Jelas, ini agak disayangkan karena Vergara hanya mengisi peran yang bisa dibilang sangat kecil.  

Untuk ceritanya sendiri, selain plot Gru-Maxime Le Mal, ada banyak subcerita di sini. Ada kisah Poppy, tetangga baru Gru yang berniat masuk sekolah penjahat dengan cara menculik musang madu simbol sekolah. Lalu, ada kumpulan Minion yang dijadikan percobaan AVL untuk menciptakan Mega Minion, para Minion yang disuntikkan kekuatan ala superhero. Belum lagi, plot-plot kecil, seperti usaha Gru dan Lucy beradaptasi dengan lingkungan baru mereka di rumah aman AVL, keinginan Gru untuk lebih dekat dengan anaknya Gru Jr. atau tiga bersaudara Margo, Edith, dan Agnes dengan kesibukan masing-masing. Banyaknya subplot ini malah membuat cerita jadi tidak fokus dan terasa nanggung. Kekurangan terbesar jelas ada pada subplot Mega Minion. Diungkapkan oleh Kepala AVL bahwa Mega Minion diciptakan untuk membantu melawan Maxime Le Mal. Namun, sampai film berakhir, usaha Gru melawan Maxime sama sekali tidak mendapat bantuan dari Mega Minion. Kelima karakter ini seakan diciptakan hanya untuk menambah durasi saja karena plot utamanya yang terlalu ringan.

Meski cukup banyak kekurangan di Despicable Me 4, tapi masih ada beberapa momen lucu yang tetap bisa dinikmati orang dewasa. Misalnya, saat klien Lucy yang rambutnya rusak mengejar Lucy di supermarket dengan memakai backsound film Terminator atau usaha pencurian musang madu dari sekolah Lycée Pas Bon yang mengundang tawa. Secara keseluruhan, kualitas Despicable Me 4 ini bisa dibilang agak di bawah film-film sebelumnya. Namun, jika pada saat perilisannya masih tetap dianggap untung, maka tunggu saja, beberapa tahun lagi pasti akan ada Despicable Me 5, mungkin dengan kisah Gru Jr. yang sudah remaja dan mulai naksir cewek.