Ocean's 8: Pencurian Berkelas, Namun Sulit Dikenang

by Dwi Retno Kusuma Wardhany

Ocean's 8: Pencurian Berkelas, Namun Sulit Dikenang
EDITOR'S RATING    

Dengan jajaran pemain yang kuat, seharusnya film ini bisa lebih baik lagi.

Dunia pencurian dan penipuan betapa pun kejam dan membuat banyak orang menderita, namun saat dituangkan ke dalam film, tetap saja menjadi tema yang menarik. Layaknya drama percintaan dan horror, genre ini tidak pernah using. Sebut saja Now You See Me, Focus, atau trilogi Ocean’s. Jika trilogi Ocean’s, mengumpulkan para pria tampan untuk menjadi pencuri, dalam sajian terbaru Warner Bros. Pictures ini, sekumpulan wanita-wanita cantik dan cerdaslah yang menjadi pelaku.

Sederet pemain yang dipilih Gary Ross untuk mengisi jajaran karakter dalam Ocean’s 8 memang tidak main-main. Sebagai duet pemimpin tim pencuri ini adalah Sandra Bullock dan Cate Blanchett. Di bawah mereka, ada Anne Hathaway, Helena Bonham-Carter, Rihanna, Sarah Paulson, Awkwafina, dan Mindy Kalling. Masing-masing punya kemampuan yang mumpuni dan dimanfaatkan untuk mencuri perhiasan bernilai $150 juta.

Tidak perlu diragukan lagi memang melihat nama-nama aktris tersebut bahwa film ini akan sangat ditunggu. Duet Bullock-Blanchett berhasil menghadirkan chemistry teman dekat, terutama Blanchett sebagai Lou yang meski enggan pada awalnya, namun memutuskan tetap membantu kawan karibnya tersebut dalam mencuri kalung berlian Toussaint. Sayang, porsi Blanchett meski signifikan, namun masih terasa dikurangi dibandingkan Bullock. Namun, setiap kali kemunculannya di layar, penonton dijamin akan terkesima. Aktingnya santai, namun berkelas.


Di antara kroni-kroni Debbie Ocean (Bullock), yang jelas menonjol adalah Bonham-Carter dengan akting dan gayanya yang unik serta tentu saja Hathaway yang berperan sebagai Daphne Kluger yang manja, sensitif, ratu drama, dan masih banyak lagi. Kematangan akting Hathaway memang patut dipuji. Sisanya seakan hanya pemanis yang bisa digantikan dengan aktris mana pun.

Tentu saja, film tentang heist seperti ini sarat dengan adu taktik yang tidak terduga arahnya. Ocean’s 8 sendiri cukup berhasil menghadirkan adegan-adegan mendebarkan hingga akhirnya penonton tersenyum puas kala si maling berhasil. Namun, untuk mencapai momen itu, Anda harus bersabar. Paruh awal spin-off trilogy Ocean’s ini terasa lambat dan membosankan. Hanya diisi dengan dialog Debbie dan Lou, yang kalau penonton tidak fokus, terdengar melenceng ke sana kemari. Aksi perekrutannya pun bisa dibilang kurang menarik. Meski begitu, beberapa lelucon yang dihadirkan sanggup membuat kita tersenyum atau tertawa kecil.

Satu hal yang jelas terasa aneh adalah motif Debbie mencuri kalung berlian Toussaint seakan muncul entah dari mana. Memang rencana tersebut sudah dipikirkannya selama lima tahun lebih di penjara. Namun, rasanya tidak ada alasan yang cukup kuat untuk mendorongnya mencuri berlian tersebut. Mungkin, pencurian bermotif balas dendam sudah terasa usang bagi penulis naskahnya sehingga tidak dipakai lagi.

Secara keseluruhan, Ocean’s 8 bisa dikategorikan film heist yang berhasil. Namun, akankah menjadi yang paling dikenang? Sepertinya tidak.