Pertempurannya tidak semegah Transformers karena film lebih berfokus pada drama
Meski dikabarkan mundur dari kursi sutradara film
perang antarrobot pasca menggarap Transformers: The Last Knight, namun
Michael Bay rupanya masih tetap duduk di bangku produser dalam film spin-off semesta ciptaan Hasbro ini
dalam Bumblebee. Kursi penyutradaraan
sendiri diserahkan kepada Travis Knight. Akankah perubahan sutradara ini
memberi angin segar untuk franchise
Transformers?
Knight rupanya masih memakai pola yang sama dari
film-film Transformers garapan Bay. Sosok
perempuan yang kuat dan pandai memperbaiki mesin, ditemani cowok canggung yang
cerewet dan sok lucu, dan ditambah keluarga yang kerap berkonflik. Seakan
menambah keklisean, karakter Charlie (Hailee Steinfeld), juga dikisahkan nobody di sekolahnya dan menjadi pelayan
di kios hotdog di taman ria. Jangan lupakan pula hadirnya Agent Burns (John
Cena) yang merupakan pengulangan dari agen-agen kejam di Transformers: Age of Extinction.
Setting
waktu memang diubah dari millennium ke 1987. Di sini,
Bumblebee dikirim ke Bumi untuk menyiapkan markas bagi Autobots yang kalah
berperang dengan Decepticon di Planet Cybertron. Jangan berharap akan ada
karakter ikonik lainnya yang muncul karena bahkan Optimus Prime pun hanya
muncul di awal dan akhir saja. Awal cerita sendiri mengingatkan kita seperti
awal-mula Superman, saat Kal-El dikirim ke Bumi agar selamat dari kehancuran
Planet Krypton.

Berbeda dengan Bay yang menitikberatkan pada perang antarrobot, Knight lebih menekankan pada drama hubungan Charlie dan Bumblebee. Anda yang menantikan adegan penuh ledakan fantastis atau pun pertarungan robot mahadahsyat dengan efek suara yang menggelegar, siap-siap kecewa. Suasana megah yang dibangun Bay dalam lima film terdahulu dibuang jauh-jauh dari Bumblebee. Sebagian besar film diisi dengan konflik Charlie dengan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Sejujurnya, drama yang dimasukkan terasa berlebihan sehingga bisa jadi Anda akan dibuat bosan. Pertarungan antarrobot memang tidak dilupakan oleh Knight. Namun begitu, skalanya tidak sebesar Transformers dan tidak ada hal baru yang ditawarkan.
Sebagian mungkin akan menganggap bahwa Bumblebee adalah film terbaik pasca Transformers (2007). Namun, jika yang
ditawarkan adalah drama dan bukan pertarungan antarrobot yang selama ini sudah
menjadi ciri khasnya, rasanya Bumblebee
hanya akan menjadi spin-off yang
menghilangkan nuansa film pertamanya.
