Mengerikan, tapi memberi sensasi menyenangkan
Setelah menang Oscar lewat Get Out, nama Jordan Peele langsung naik menjadi sutradara papan atas Hollywood. Karyanya mulai ditunggu banyak orang. Us, karya terbaru yang ia tulis, produseri, dan sutradarai sendiri, masih mengusung tema horor yang sama dengan Get Out. Namun, kali ini nuansa seramnya lebih terasa. Horor yang dimaksud bukanlah berhubungan dengan setan yang bergentayangan, tetapi lebih pada keadaan yang tidak terbayangkan dalam kejadian sehari-hari.
Us mengisahkah sebuah keluarga yang didatangi keluarga lagi yang mirip dengan mereka, namun memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Ketakutan pun segera menyebar karena keluarga aneh ini mencoba menghabisi keluarga asli. Peristiwa ini rupanya terjadi di seluruh kota. Perjuangan untuk menyelamatkan keluarganya dari serangan adalah inti dari film yang dibintangi Lupita Nyong’o ini, namun tentu saja semakin film berjalan banyak twist yang bermunculan.
Jika Anda sudah menonton Get Out ,tentu paham jika kejutan alias twist adalah jualan utama dari Jordan Peele selain beberapa isu kemanusiaan. Di film ini, kejutan yang disajikan sangat berlapis hingga di akhir film, Anda akan dibuat puas, namun juga mengerutkan kening. Betul, tidak semua kejutan yang disajikan bisa memuaskan. Bukan karena kejutannya tidak bagus, namun saking mengejutkan kadang penonton malah susah mencerna apa maksud dari kejutan yang diberikan. Yang ada malah menimbulkan banyak pertanyaan lanjutan dan plot hole yang cukup mengganggu.

Mungkin memang banyak adegan yang menyiratkan akan sesuatu di film ini. Anda hanya akan paham maknanya jika anda tahu adegan ini merujuk pada isu atau kejadian apa. Mungkin juga Jordan Peele hanya ingin membuat film ini menjadi pembicaraan setelah menontonnya.
Akting Lupita Nyong’o di sini patut diacungi dua jempol. Ia bisa memerankan dua karakter dengan dua gaya dan kepribadian yang berbeda dengan sangat baik. Emosi dan ketakutan yang dialami karakternya bisa terpancarkan dengan baik sehingga penonton ikut merasakan ketakutan tersebut. Namun, ia tidak bermain sendiri. Deretan pemain lainnya pun juga memberi emosi yang bagus sehingga mereka bisa dilihat sebagai satu kesatuan yang sempurna.
Jika ingin terlihat pintar, film ini bisa menjadi tontonan yang nikmat. Namun, segala bentuk penonjolan kejeniusan ini hanya membuat filmnya cukup untuk ditonton sekali saja.
