X-Men Dark Phoenix: Kurang Mengesankan sebagai Penutup Saga

by Prima Taufik

X-Men Dark Phoenix: Kurang Mengesankan sebagai Penutup Saga
EDITOR'S RATING    

Lemah nyaris di segala sisi

Setelah bermasalah dengan Bryan Singer, 20th Century Fox akhirnya menyerahkan kursi penyutradaraan ke tangan Simon Kinberg. Kinberg memang sudah sering terlibat di dunia X-Men sebagai penulis dan produser, tetapi sebagai sutradara dirinya belum memiliki pengalaman sama sekali. Namun, mungkin Fox merasa sudah mempercayakan babak pamungkas franchise besar ini pada orang yang tepat. Sebagai penutup saga sebelum berpindah ke tangan Marvel Studios, Kinberg dan timnya mencoba menuangkan kisah Dark Phoenix ke layar lebar. Langkah yang berani mengingat Brett Ratner gagal total saat memvisualkan kisah ini pada X-Men: The Last Stand. Dengan deretan pemeran yang lebih solid, Kinberg tampak percaya diri.

Namun, hasilnya tetap kurang memuaskan. Dark Phoenix terasa lemah di semua sisi. Cerita yang kurang kuat, karakterisasi yang kosong, dialog yang tidak dalam, pace yang lambat di pertengahan film, ditambah visual efek yang terasa biasa untuk zaman sekarang ini. Untunglah, film ini terselamatkan karena orang masih penasaran dengan visualisasi cerita epik ini dan deretan cast yang punya nilai jual tinggi.


Dengan karakter yang banyak, penulis skenario (dalam hal ini Kinberg sendiri) punya tugas berat memberi porsi dan tujuan yang jelas setiap karakter. Namun, sepertinya ia keteteran dengan tugas gandanya sebagai sutradara juga. Magneto yang dalam film-film sebelumnya punya peranan besar, baru dimunculkan di pertengahan film dan motivasinya terkesan dipaksakan. Bahkan, Jessica Chastain sebagai Vux pun tidak punya motif yang jelas dan tidak tampak mengancam.

Dark Phoenix merupakan materi yang sangat besar, mungkin butuh lebih dari sekadar medium dengan durasi 2 jam untuk menuangkan semua kompleksitas cerita. Namun, bisa jadi ini bukan terakhir kalinya materi ini akan diadaptasi ke layar lebar. Dengan diakuisisinya FOX Entertainment oleh Disney, kita bisa berharap adapatasi berikutnya akan mencapai taraf produksi sebesar Avengers Infinity War dan Endgame. Namun, sekali lagi X-Men: Dark Phoenix tidak jatuh ke tahap jelek, hanya jika dibandingkan dengan film superhero yang beredar saat ini, mereka seperti tertinggal jauh.