Fun, corny, and bad ass
Sukses
dengan Pitch Perfect 3, Elizabeth Banks pun mencoba
peruntungan di genre action. Tapi, ia
dengan cerdas memilih film yang masih memiliki energi girl power yang kuat. Dengan pengalamannya di Pitch Perfect, Banks mencoba membawa energi fun yang sama pada franchise
yang sudah sekarat. Pembaharuannya dimulai dengan merekrut aktris-aktris muda yang
sedang naik daun menjadi Angel terbaru. Kristen Stewart, Naomi Scott, dan Ella
Ballinska terpilih menjadi wajah baru trio Charlie’s Angel. Sebuah langkah yang
fresh dan nantinya terbukti memberi
nafas baru pada franchise ini.
Charlie’s Angel bukanlah sepenuhnya sebuah
cerita baru yang berdiri sendiri, ia tetap memiliki keterkaitan dengan Charlie’s Angel pada masa Cameron Diaz,
Drew Barrymore, dan Lucy Liu. Namun, bagaimana keterkaitan tersebut? Tentunya akan
lebih menarik jika ditonton sendiri. Nilai plus terbesar dari film ini adalah
interaksi dari ketiga karakter utama. Mereka yang awalnya asing, akhirnya
menjadi dekat karena semua kejadian yang ada. Celotehan dan saling timpa dialog
mereka terlihat sangat natural.
Stewart
jelas yang paling berpengalaman di dunia akting dari ketiga karakter utama ini.
Namun, pemain baru seperti Ella Ballinska mampu mengimbangi akting dan
menghidupkan karakternya dengan baik. Yang cukup kurang sepertinya Naomi Scott.
Aktingnya di film ini terlihat berlebihan. Terlepas dari semua itu, interaksi
mereka bertiga sangat menarik.

Banks
sebagai sutradara sepertinya paham betul bagaimana membuat karakter wanita yang
kuat, tapi tidak terjerumus pada feminisme yang berlebihan. Kuat, tapi masih
masuk akal dan manusiawi. Mereka bisa menang, namun juga bisa kalah dan rapuh.
Inilah yang membuat film ini menjadi menarik. Para Angels juga digambarkan
sebagai sosok manusia yang walaupun hebat dan jagoan, tapi punya sisi emosi yang
dalam.
Jika
dibandingkan dengan film-film aksi lain, sebenarnya tidak ada yang istimewa
dari film ini. Aksinya terlihat biasa saja, bukan sesuatu yang ditonjolkan. Sudah
jelas, jualan utama film ini bukan terletak pada adegan aksinya. Karakter
penjahatnya juga tergolong biasa saja, walaupun sudah menggunakan aktor kelas
atas untuk memerankannya. Jika kita biasa mengikuti film-film bertemakan
mata-mata, maka sudah lazim akan ada twist
dalam film tersebut. Sayangnya, twist
di film ini juga mudah tertebak dan tidak begitu dieksekusi dengan baik.
Charlie’s Angels adalah film yang menyenangkan.
Kita akan terhibur setelah menontonnya. Memang tidak ada hal baru yang
ditawarkan tetapi perubahan yang dilakukan membuat semuanya termaafkan.
