Michael Bay kembali tanpa Optimus Prime, tapi lebih menggebrak
Kadang sutradara penuh style seperti Michael Bay, yang tahu cara memuaskan mata penonton, cuma harus berkolaborasi dengan penulis skrip andal untuk menyajikan karya yang seru, tapi juga memiliki jalan cerita yang bagus. Setelah semakin menurun sejak Transformers (2007), kini Bay yang berkolaborasi dengan penulis naskah Chris Fedak menyajikan drama aksi kejar-kejaran antara polisi LA dengan perampok yang menyandera sebuah ambulan. Kedengarannya seperti premis klise film polisi kelas B, tapi kolaborasi keduanya ternyata menghasilkan film yang tegang dan memukau, tapi juga punya emosi yang dalam.
Yahya Abdul Mateen II dan Jake Gyllenhaal kali ini terpilih menjadi pemeran utama. Mereka berperan sebagai dua bersaudara Sharp yang melakukan perampokan bank, tapi gagal. Dalam pelariannya, mereka menyandera ambulan petugas medis Eiza Gonzales alias Cam. Maka, terjadilah kejar-kejaran seru (terkadang absurd) di seputaran kota Los Angeles yang sibuk. Kalau kita penikmat film-film Bay, tentu sudah paham kalau film ini akan dipenuhi pergerakan kamera cepat, ledakan, dan slow motion. Untuk adegan aksi, sudah tidak perlu diragukan lagi, ditambah sisi emosi cerita lebih tergali.
Dengan durasi 2 jam 16 menit, film ini berhasil membuat mata kita tidak teralihkan dari layar. Cerita bergulir dengan cepat, dan masalah datang silih berganti. Selain teknik penyutradaraannya, ciri khas lain dari Bay juga tidak ditinggalkan, yaitu karakter cewek cantik dan karakter pria cerewet. Silakan tonton film-film Bay maka kalian akan menemukan dua kekhasan ini, seperti halnya Megan Fox, Scarlett Johannson, Melanie Laurent, dan sekarang Eiza Gonzalez. Sayang Bay tidak lagi menyutradarai Transformer, jika masih, yakinlah Jake Gyllenhall akan jadi sohib Optimus berikutnya.

Ambulance juga punya scoring musik dan soundtrack yang catchy. Mendengarkan scoring Ambulance di speaker terbaik bioskop sangat disarankan. Sangat memanjakan telinga. Harus diakui, referensi pop culture seorang Michael Bay sangat luas dan itu sering ia masukkan ke dalam dialog para karakternya. Namun, tidak semuanya berhasil, bahkan terkadang garing, terutama bagi penonton yang tidak menangkap maknanya.

Seperti sudah disebut di atas, sisi emosi juga tidak ketinggalan digali oleh Bay di film ini. Setiap karakter memiliki alasan dan background masing-masing. Semuanya berpadu saat mereka harus menghindari kejaran polisi. Bisa dibilang tidak ada karakter yang baik atau jahat di film ini, semuanya punya sisi baik dan buruk. Mereka hanya dipaksa oleh keadaan. Ending-nya juga pas, tidak berlebihan dan maksa. Sesuatu yang kadang jarang di dapat dari film-film aksi ngepop. Pesan moral dari film ini adalah niat baik-baik jika dilakukan dengan jalan yang buruk, tentu hasilnya akan buruk.
Ambulance sendiri sudah tayang di Indonesia mulai hari ini. Bersama dengan Mesir dan Filipina, jadwal rilis Indonesia tiga minggu lebih cepat dari Amerika sehingga film ini layak dijadikan film tontonan akhir pekan ini.