Black Panther: Wakanda Forever - Pergulatan Batin dan Tribut Emosional

by Redaksi

Black Panther: Wakanda Forever - Pergulatan Batin dan Tribut Emosional
EDITOR'S RATING    

Siap-siap tisu kalau mau nonton film ini.

Saat Chadwick Boseman meninggal, seluruh dunia berduka karena tidak hanya kehilangan seorang aktor, tapi juga "Raja" Wakanda. Di tengah kesedihan, timbul pertanyaan: bagaimana masa depan Black Panther setelah Boseman tiada? Meng-casting ulang jelas bukan pilihan yang bijak, seakan tidak menghormati sosok mendiang Boseman. Akhirnya, diputuskan bahwa Black Panther 2 akan berfokus pada kisah tentang pencarian penerus T'Challa dan masa berkabung Kerajaan Wakanda. 

Dari seluruh film superhero Marvel sampai saat ini, Wakanda Forever adalah yang paling emosional. Dibuka dengan momen pemakaman T'Challa dan ditutup dengan momen mengenang sosok Boseman di Black Panther 1, para penonton dijamin akan menangis, minimal berkaca-kaca. Rasanya, memang susah menggantikan aktor kelahiran 29 November 29 1976 ini sebagai superhero pelindung Kerajaan Wakanda. Karena itu, tribut yang diberikan Marvel padanya di awal dan akhir film terasa semakin bermakna.


Tapi, tentu saja film ini tidak melulu soal momen berduka Wakanda atas meninggalnya T'Challa. Ada juga musuh baru bernama Namor dan Kerajaan Talokan, makhluk dasar laut, yang menyerang Wakanda. Dengan kemampuan bertarung tinggi serta sanggup berada di air dan daratan, Talokan adalah ancaman berat bagi Wakanda dan seluruh tentaranya. Sayangnya, perang di akhir terasa nanggung untuk ukuran dua kerajaan dengan balatentara yang sama-sama tangguh ini. Momen-momen pertarungan kecilnya pun hanya selewat dan selesai dengan cepat. Tidak ada adegan yang begitu memukau dan memorable

Bisa dibilang, Wakanda Forever adalah show-nya para wanita Kerajaan Wakanda. Selain Shuri, ada Ratu Ramonda, Nakia, Okoye, Ayo, sampai Aneka yang memperlihatkan kekuatan dengan cara berbeda-beda. Kalau DC punya Themiscyra dengan suku Amazon dan Wonder Woman, Marvel kini punya Wakanda dengan Dora Milaje dan Black Panther.


Dengan kepergian T'Challa, beban tentu kini ada di Shuri yang diharapkan bisa meneruskan sosok Black Panther. Hal inilah yang menjadi sorotan di Wakanda Forever. Di saat tengah berduka, dia harus menghadapi Namor, melindungi Wakanda, sekaligus mencari tahu apakah dirinya memang pantas menyandang gelar sebagai Black Panther baru. 

Pergulatan batin ini bisa dibilang menguasai jalan cerita yang durasinya mencapai 2 jam 41 menit ini. Tidak heran, alih-alih aksi yang memukau, Wakanda Forever sarat akan drama. Memang, drama yang dihadirkan cukup berbobot dan jelas menyentuh, tapi orang-orang yang datang ke bioskop dan mengharapkan sebuah film superhero penuh aksi, bisa jadi akan sedikit kecewa.

Secara keseluruhan, Black Panther: Wakanda Forever masih cukup menarik untuk disaksikan meski tidak menyerupai film superhero kebanyakan. Yang jelas, bawa tisu untuk kalian yang gampang menangis karena dijamin menjelang lampu bioskop dinyalakan, mata kalian akan sembab.