Migration: Petualangan Keluarga Bebek Bermigrasi ke Jamaika

by Redaksi

Migration: Petualangan Keluarga Bebek Bermigrasi ke Jamaika
EDITOR'S RATING    

Mari ikuti perjalanan migrasi ke negeri yang hangat

Jika Disney-Pixar kerap menghadirkan kisah-kisah animasi berisikan pesan berat, berbeda halnya dengan Illumination. Rumah produksi yang terkenal berkat Minion-nya ini tetap fokus menghadirkan animasi dengan pesan bertema kekeluargaan dan persahabatan, namun dengan bungkus yang lebih ringan. Itu terlihat pada film terbaru mereka yang siap meramaikan liburan akhir tahun dengan judul Migration. Deretan pengisi suaranya jelas sudah tidak asing lagi karena ada Awkwafina, Elizabeth Banks, Kumail Nanjiani, Danny DeVito, Isabela Merced, dan Keegan-Michael Key. Dari judulnya saja, sudah bisa ditebak bahwa animasi ini akan menghadirkan berbagai petualangan yang seru terkait migrasi yang dilakukan sekeluarga bebek untuk menghindari musim dingin. 

Mack dan Pam adalah sepasang bebek mallard yang tinggal di sebuah kolam bersama dua anak mereka, Dax dan Gwen, serta Paman Dan. Keluarga bebek ini sudah terbiasa tinggal di sana dan tidak pernah pergi ke mana-mana, apa pun musimnya. Suatu hari, sekelompok bebek yang sedang bermigrasi singgah untuk istirahat di kolam tersebut. Hal ini memantik keinginan Dax serta Pam untuk keluar dari kolam dan ikut bermigrasi ke Jamaika, alih-alih hanya tinggal di dunia kecil mereka. Meski mendapat tentangan dari Mack yang khawatir dengan situasi berbahaya di luar sana, tapi kelimanya pun memutuskan untuk pergi. Sudah bisa diduga, berbagai petualangan menarik menunggu mereka.

Bagian awal Migration mungkin akan mengingatkan kita pada Finding Nemo: seorang ayah yang takut membawa anaknya melihat dunia luar karena merasa terlalu banyak bahaya yang mengintai. Namun, latar belakang pemikiran tersebut rupanya tidak digali lebih dalam lagi di Migration karena, sampai akhir, kita tidak tahu apa yang menyebabkan Mack menceritakan kisah-kisah menyeramkan tentang berbagai pemangsa yang siap menerkam dan membunuh bebek-bebek muda atau keinginannya bertahan di kolam yang mereka tempati. Sepertinya, hanya ketakutan biasa seorang ayah yang sudah menemukan zona nyamannya dan memutuskan untuk menetap di sana.


Pesan yang ingin disampaikan dalam film berdurasi 83 menit ini jelas: apa pun yang terjadi, keluarga harus selalu bersama dan saling membantu. Hal itu dituturkan dengan gamblang saat Mack dan Pam ditangkap koki yang kesal karena kedua bebek ini sudah menghancurkan restorannya dan membebaskan Delroy, seekor burung macaw asal Jamaika yang dikurung. Dax dan Gwen pun harus bersatu dan memutar otak untuk membebaskan kedua orangtuanya. Tidak perlu hal bertele-tele untuk menjelaskan pesan ini. Singkat, padat, jelas, dan menghibur. Mengenai siapa dan apa latar belakang musuh para bebek yang sekilas mirip Deddy Corbuzier ini juga tidak perlu dipikirkan. Toh, ia hanyalah sarana untuk semakin mempererat hubungan keluarga mallard ini.  

Salah satu hal yang menarik adalah ketika para bebek ini terbang di langit, menembus awan, meliuk-liuk di antara bangunan kota dan kendaraan. Dengan pergerakan kamera yang dinamis, penonton seakan diajak melayang di udara bersama bebek-bebek ini dan mengikuti keseruan mereka bermigrasi ke tempat yang hangat. Jangan telat masuk bioskop karena ada film pendek "Mooned", berkisah tentang karakter Vector (dari Despicable Me) yang terdampar di bulan dan berusaha kembali ke Bumi dengan mengerahkan berbagai penemuannya yang aneh-aneh. 

Migration jelas adalah sebuah film liburan yang seru ditonton oleh seluruh anggota keluarga dengan pesan yang ringan dan mudah dicerna. Kita tidak perlu sibuk menjelaskan apa-apa kepada anak atau keponakan kita yang masih kecil setelah keluar bioskop karena semua itu terpampang di layar dan mereka bisa menarik kesimpulan sendiri.