Selalu berawal dari sekumpulan remaja bodoh
Agak sulit untuk membuat sebuah film horor yang berbobot. Tidak hanya sekedar menakut-nakuti penonton, tetapi juga memberikan sebuah kisah yang solid dan bisa dipercaya. Kebanyakan film horor hanya fokus pada unsur seram sehingga lupa bahwa penonton juga butuh cerita. Untuk film horor remaja, kesulitannya menjadi bertambah karena butuh alasan kuat kenapa remaja ini harus dihantui. Kebanyakan pencerita memilih jalan pintas, yaitu membuat para remaja ini menjadi tolol dan menyebabkan kesialan mereka sendiri. Secara perkembangan pemikiran, harusnya para remaja mengerti mana yang baik dan buruk walau mereka punya rasa penasaran yang tinggi.
Slender Man salah satu film yang buruk itu. Empat remaja putri mencoba memanggil Slender Man walaupun setelah membaca sebuah penjelasan jika Slender Man itu adalah makhluk yang kejam dan suka menculik manusia. Kebodohan berikutnya, Slender Man yang digambarkan sangat jahat ini ternyata bisa dipanggil setelah menonton sebuah video. Semudah itu. Setelah itu, cerita berlanjut dan mereka mengalami kejadian buruk. Sayangnya, saat Slender Man muncul, ternyata tidak menakutkan sama sekali. Adegan-adegan jump scare dan musik yang keras untuk menakut-nakuti penonton pun masih gagal.

Dari premisnya saja, film ini sudah tidak menjanjikan sebagai film horor. Karakter Slender Man ini kurang begitu dikenal di masyarakat luas dan tampilannya tidak menyeramkan. Ini menjadi tugas yang berat bagi sutradara Sylvain White untuk membuat film yang memuaskan. Empat artis muda yang potensial dipilih untuk bergabung dalam proyek ini, Annalise Basso, Joey King, Julia Goldeni Telles, dan Jaz Sinclair. Mereka menjadi empat sekawan yang melakukan hal bodoh memanggil Slender Man dan menerima akibatnya.
Secara akting, tidak ada yang salah dalam film ini. Keempat remaja ini berakting dengan baik, terutama Joey King dan Julia Goldeni Telles. Hanya saja, cerita yang kurang kuat membuat kerja mereka tidak sempurna. Untuk sebuah film horor, Slender Man sama sekali tidak membuat penasaran. Asal-muasalnya tidak jelas, kemunculannya tidak menakutkan, dan apa tujuannya tidak ada yang tahu. Sepanjang film, kita hanya melihat remaja-remaja paranoid berteriak-teriak didatangi makhluk seperti boneka.
Tampaknya, film ini akan membuat legenda Slender Man yang baru saja dimulai akan berakhir dengan menyedihkan.
